Kami sedang menunggu buku ketujuh kami tentang "Mbah Mutamakin"

Tampilkan postingan dengan label Gus Dur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gus Dur. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Maret 2013

Mbah Mutamakin Ulama, Filosof, Sosialista yang tak terceritakan

Mbah Mutamakin Ulama, Filosof, Sosialista yang tak terceritakan oleh: Argawi Kandito; Setelah melakukan kontak secara intens, saya berkesimpulan ada perbedaan antara pemahaman masyarakat terhadap Mbah Mutamakin dengan realitasnya. Dalam cerita-cerita yang ada di masyarakat, sosok Mbah mutamakin seolah sebagai sosok mistis yang banyak mengalami hal-hal berbeda dengan kelaziman manusia pada umumnya. Pengalaman-pengalaman metafisis begitu kuat diekspose, hingga menutupi realitas rasional beliau yang justru itu menjadi basis kepribadiannya. Apa yang terjadi pada kisah Mbah Mutamakin ini sepertinya memiliki kesamaan model dengan kisah Gus Dur. Gus Dur yang begitu rasional dalam pemikiran dan perilakunya, namun dalam masyarakat yang menguat adalah cerita-cerita yang mistis-metafisis. Kuatnya cerita mistis ini yang lambat laun menempatkan Gus Dur sebagai manusia yang tak lazim manusia lainnya. Mungkin, hal seperti itu terjadi karena karakter kewalian beliau-beliau ini. Bagi saya, Mbah Mutamakin adalah sosok yang sangat peduli dengan keilmuan. Seorang filosof sekaligus ulama yang pernah dimiliki bangsa ini. Sayangnya kisah beliau tidak terdokumentasi dengan baik. Pemikiran-pemikiran cerdasnya, serta penjelasan yang sangat komprehensif dan tuntas, menunjukkan kualitas kefilosofiannya. Begitu pula dalam pemahaman agama dan realitas tablig yang dilakukannya, menunjukkan kualitas keulamaannya. Maka wajar bila pada akhirnya beliau dianggap sebagai wali oleh masyarakatnya.Walaupun sudah lama meninggal, baik yang mengenal maupun yang tak mengenal, masih terus beramai-ramai datang menziarahinya. Gus Dur juga mengungkapkan serupa, dalam epilog buku ini. Bagi Gus Dur, Mbah Mutamakin merupakan sosok yang membangun kekaisaran ilmu dan pengetahuan, terutama agama yang mengakar dari keraton hingga pinggiran. Mbah Mutamakin juga seorang seorang sosialista, psikolog klasik, yang intinya beliau itu adalah ulama yang multi talenta. Seperti metode-metode penulisan buku-buku saya yang lain, semua data yang saya tuliskan di buku ini adalah diperoleh melalui metode spiritual-metafisik. Sama-sama melalui perjumpaan dengan nara sumber di alamnya masing-masing. Tujuannya sama, yaitu sekedar berbagi informasi dari perjalanan spiritual yang telah saya lakukan. Tidak lebih dari itu. Tentu saja tidak ada maksud doktrinasi kepada pembaca. Pembaca saya asumsikan sebagai orang yang bijaksana, yang berakal budi, yang mampu menyaring salah-benar, baik-buruk, dengan kemampuan akal budinya masing-masing. Gaya penulisan sengaja saya kembalikan kepada gaya dialogis, agar pembaca seolah-olah juga merasakan bertanya kepada narasumbernya, yaitu Mbah Mutamakin. Tiada gading yang tak retak, begitulah bunyi pepatah lama. Itu menunjukkan bahwa selagi kita masih manusia, kesalahan sangat mungkin terjadi. Baik itu kesalahan yang disengaja ataupun tidak disengaja. Untuk itu, sebelumnya saya memohon maaf yang sebanyak-banyaknya jika ada kesalahan. Kebenaran mutlak hanyalah milik Tuhan. wa Allahu 'alam bi al showab. Selamat membaca. Penulis Argawi Kandito E-mail: pandrik.kandito33@gmail.com Blog: spiritual-pandrik.blogspot.com

Selasa, 21 Juni 2011

Dialog Dengan Gus Dur Tentang Ruyati yang Dihukum Pancung

Dialog dengan Gus Dur tentang Ruyati
Gus, baru saja TKW kita mati dihukum Pancung Arab Saudi. Apa komentar anda?
Itu menunjukkan kemunduran dan kegagalan pemerintah kita.
Letak kemunduran dan kegagalannya dimana Gus?
Pemeritah itu kan wajib melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah. Amanat undang-undang dasar Ini harus dipedomani dimana saja. Termasuk di luar negeri. Apalagi TKI itu kan bekerja di sana, menghasilkan devisa, yang tujuannya menyejahterakan ekonomi. Itu kan terjadi demi mengatasi kemiskinan. Kita wajib melindungi mereka.
Kejadian seperti ini kan pernah terjadi juga di jaman dulu to Gus?
Memang. Memang ada sejak dulu. Tapi alangkah baiknya jika kebodohan lama itu tidak diulangi lagi saat ini. Biarlah yang dulu itu menjadi dosa pemimpin yang lalu. Bukan kok malah dosa itu ditiru.
Inikan masalah qisas Gus? Apakah bisa dibatalkan?
Ya..qisas ataupun apalah…Prinsipnya, setiap Negara itu harus menghormati Negara lain. Ini berarti ada ruang untuk dinegosiasikan. Ada negosisasi yang bisa dilakukan.
Dalam kacamata HAM, Arab itu sangat lemah. Ya karena pemberlakuan qisasnya itu.. Tetapi dalam kacamata agama dengan kultur Arabnya itu nggak apa-apa.. Meskipun dalam kepatutan internasional dan PBB itu tidak layak. Kalau ditelusuri dengan seksama, justru kita seharusnya dapat penghormatan dari mereka.
Kenapa?
Karena kita ini sama-sama anggota PBB. Masyarakat internasional. Harus saling melindungi. Selain itu, kita sudah banyak menyumbang hal-hal positif terhadap Arab. Kita setiap tahun mengirimkan devisa melalui haji, tenaga kerja, yang akhirnya memutar perekonomian mereka lebih cepat. Mereka juga menanamkan ideologinya ke kita. Kita memang dapat keuntungan dari itu, tetapi keuntungan mereka lebih besar. Maka tidak ada alasan mereka menolak negosiasi dengan kita.
Nyatanya begitu?
Ya itu tadi. Karena kekeliruan kita mengambil jalan. Jangan dianggap hilangnya satu nyawa itu selesai. Traumanya para TKI kan masih ada. Coba kalau mereka lalu nggak mau kerja lagi dan kembali ke Indonesia semua. Apa nggak menimbulkan masalah baru?
Negosiasi seperti apa yang harus ditekankan?
Negosiasi tentang bagaimana kita harus melindungi warga Negara kita. Memang kita tidak bisa mengintervensi Negara mereka. Dalam hubungan internasional kita tidak boleh intervensi. Tetapi kita berhak untuk melindungi dan mengurusi warga Negara kita yang bermasalah di negeri lain. Itu Bisa dinegosiasikan. Sebenarnya hukum qisas itu tidak hanya tergantung pada keluarga yang memaafkan. Ada sisi lain yang bisa dinegosiasikan, seperti diat dan sebagainya. Sebenarnya diat itu Itu kan wujud dari bisa dinegosiasikan.
Bagaimana kalau keluarga korban bersikeras tidak memaafkan?
Mereka itu sebenarnya meminta penjaminan sebagai wujud ditegakkannya keadilan. Pernjaminan ini bisa dari Negara atau dari apapun. Raja mereka bisa menjamin itu. Maka kita bisa meminta Raja mereka untuk menjamin. Kenapa raja bisa begitu? Karena Raja punya hak untuk mendekati rakyatnya. Ini peluang.
Apakah alasan itu yang anda gunakan untuk Zainab?
Ya seperti itu. Warga Negara itu komponen terpenting. Harus betul-betul kita perjuangkan. Dengan komunikasi yang baik dan sopan santun, mereka akan luluh.
Waktu anda berhasil meyakinkan, apakah karena hubungan pribadi apa hubungan Negara?
Memang saya kenal akrab dengan Raja Fahd secara pribadi. Tetapi selain itu, kita kan sudah berhubungan baik sejak lama dengan Arab. Maka mudah untuk melakukan negosiasi. Selain alasan pribadi ya alasan sesama kepala Negara. G to G. Andai saya tidak kenal juga tetap akan melakukan negosiasi seperti itu. Kita bisa menunjukkan keuntungan-keuntungan yang mereka dapatkan dari kita. Mereka kan juga punya nalar untuk itu. Mereka juga memedomani politik etis. Mereka ini Negara timur. Ada toleransi. Tetapi ini memang harus dilakukan dengan bahasa komunikasi yang baik.
Kalau sudah terjadi seperti ini?
Ya jangan diulangi lagi. Kalau diulangi..ya.. bodoh.
Kultur Arab itu seperti apa?
Pada dasarnya mereka sama dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Sama. Tetapi cenderungnya mereka akan menggunakan hukumnya sendiri. Bangsa Arab itu bukan tipe bangsa yang melihat keluar, atau melihat modernitas. Mereka terkadang tidak melihat pola-pola hubungan internasional. Kecenderungannya mereka berdiri diatas hukumnya sendiri. Tidak memperhatikan Negara lain, termasuk terhadap Negara yang telah memberikan jasa bagi mereka. Tetapi kalau kita ingatkan mereka dan kita dekati dengan kerjasama antar Negara, mereka mau. Kalau dilihat sepintas kulturnya memang keras, tetapi kalau kita dekati sangat lunak. Orang Arab itu sangat mudah kita bujuk. Dengan syarat pendekatannya bagus, mereka akan luluh. Tetapi dengan pendekatan keras, malah nggak akan jalan. Negara-negara Arab kebanyakan seperti itu. Lihat saja yang terjadi antara Lybia dengan NATO. NATO dengan pola keras, Khadafi tidak akan apresiatif. Kalau dilakukan dengan soft mungkin Khadafi rela mundur. Kuncinya komunikasi.
Kalau sudah terlanjur seperti ini Gus, menarik duta besar efektif apa nggak?
Salahnya Duta Besar apa? Duta itu tidak salah, yang salah ya presiden dan menteri-menteri yang terkait.
Kan Duta itu paling dekat keberadaannya dengan mereka?
Tapi untuk hubungan internasiona itu, paling rendah menteri. Bukan Duta.
Ini masih ada lagi Gus. TKW bernama Darsem ini juga mau dipancung jika tanggal 7 Juli tidak membayar Diat 4,7 M. ini bagaimana Gus?
Ya..Pemerintah harus menyelesaikan. Itu tanggung jawab pemerinah. Jangan sampai terhukum lagi.
Berarti harus bayar Diat ya Gus?
Kalau begitu saja sampai membayar Diat..ya Pemerintah bodoh. Wong kita ini banyak menguntungkan mereka kok. Harusnya ya lepas tanpa syarat. Nego saja tentang keuntungan yang kita sumbangkan bagi mereka. Pokoknya..jangan sampai Darsem dipancung. Dia harus dibebaskan.
Baik Gus. Terima kasih.

Minggu, 11 Juli 2010

Gus Dur dan Al-Palembani

Gus Dur dan Al-Palembani
Buku Pak Dr. Alwi Shihab yang berjudul Islam Sufistik mencatat ada dua nama Al-Palembani yang terkenal, yaitu Syaikh Abdul Shomad Al-Palembani dan Syaikh Syihabuddin Al-Palembani. Dua-duanya adalah tokoh tasawuf Sunni yang menggantikan posisi Al-Raniri dalam pergelutan pemikiran melawan pengikut Hamzah Fansuri. Al-Palembani yang ditemui Gus Dur adalah yang Abdul Shomad. Beliau ini keturunan Arab Yaman. Ayahnya, Syaikh 'Abd Al-Jalil ibn Syaikh 'Abd Al-Wahhab Al-Mahdani yang berhijrah ke Palembang pada penghujung abad ke-17 M. Abdul Shomad Al-Palembani ini yang menerjemahkan dua karya Al-Ghazali: Bidayah Al-Hidayah dan Lubab Ihya 'Ulum Al-Din. Berikut ungkapan Gus Dur tentang Al-Palembani:
Gus yang anda temui Al-Palembani itu siapa Gus? Syaikh Abdul Shomad apa Syaikh Syihabuddin. Keduanya kan mempunyai nama belakang Al-Palembani?
Abdul shomad.
Anda yang menemui apa dia yang menemui?
Saya yang menemui
Apa yang menarik bagi anda Al-Palembani ini?

selanjutnya....

Rabu, 20 Januari 2010

Gus Dur tentang Kepresidenannya

Berita-berita yang ramai tentang Century Gate ini mengingatkan kita tatkala Gus Dur menjadi Presiden yang diramaikan dengan Bulog Gate. Kasus itu yang akhirnya mengakibatkan Gus Dur dilengserkan dari kursi kepresidenannya. Hanya saja, belum lama ini salah seorang hakim konstitusi mengatakan bahwa lengsernya Gus Dur bukan karena Bulog Gate melainkan kasus inkonstitsional ketika mengeluarkan dekrit pembubaran DPR. Terinspirasi itu, maka saya menanyakannya kepada Gus Dur, berikut petikannya:

Gus, negara kita ini sedang dilanda kasus Bank Century yang hingga kini belum ada kejelasan. Dulu waktu jaman Gus Dur juga ada kasus Bulog Gate namanya, yang juga tidak ada kejelasan, apa ini kira-kira tetap akan tidak jelas Gus?

Tanya saja presiden

Kenapa mesti tanya beliau Gus?

karena dia presiden. Dia pasti tahu, kalau tidak tahu ya bukan presiden

Berarti Gus Dur dulu tahu tentang Bulog Gate? kenapa tidak rampung Gus?

Tahu. Lha semua dapat, ya nggak rampung. Duit Bulog itu capnya dihilangkan diganti cap bonus. Karena capnya bonus, maka pada diterima.

Lha kalau pada menerima, kenapa diramaikan?

Tapi kan nggak selesai juga. Mereka iri ngijat saya jadi presiden. Mereka ini orang orde baru yang doyan duit.

Apa yang diirikan Gus? apa karena, maaf, ada kendala phisik?

Salah satunya.

Banyak orang bilang, yang menurunkan anda dulu yang menaikkan anda, apa betul begitu Gus?

Yang menaikkan saya salah satunya duit.

Maksudnya apa dulu ada mengeluarkan banyak duit?

Yang nyeponsori saya mengeluarkan duit.

Ada yang bilang anda disponsori CIA Gus?

CIA kan kawan saya. Dia memberi duit untuk mereka-mereka agar saya jadi presiden.

Apa hal yang sama terjadi di Century Gate ini Gus. Apa mereka juga dapat duit?

Iya. Mereka sendiri yang bilang sama saya. Uangnya jadi apartemen, mobil, usaha, semen, baju, makanan, dan sebagainya.

Gus, kembali ke anda jadi presiden Gus. Anda sebelumya banyak sowan ke para leluhur, apakah para leluhur itu betul berperan Gus?

Iya. mereka berperan

Perannya seperti apa Gus?

Doa restu.

Apa itu tidak syirik Gus minta bantuan pada orang yang sudah meninggal?

Ya bahasanya jangan minta bantuan atau pertolongan. Minta doa restu. Minta pertolongannya ke Allah.

Apa ada dalil yang menunjukkan itu tidak syirik Gus.

Baca saja kitab-kitab ulama masa lampau, nanti kan banyak kamu temui referensinya. Mereka kan hidup, alamnya saja yang beda.

Tapi pendapat banyak orang mengatakan hal itu syirik lho Gus...

Biarin aja...gitu aja kok repot

Kalau mereka berperan Gus, kenapa hanya sebentar dan tidak mau mendukung anda terus jadi presiden? Gus..Dulu saya pernah kontak Mbah Mutamaqin, saya tanya kenapa Gus Dur cuma sebentar jadi presiden, Mbah Mutamaqin bilang kontraknya memang sebentar. Apa itu ada kaitannya Gus?

Peran mereka kan doa restu saja. Ya itu..karena kontraknya sebentar. Yang jelas saat itu kemudi negara ini berat. Mau diarahkan ke kiri penumpagnya menghedaki ke kanan. Mau dibawa maju penumpangnya mau mundur. Susah. Maka saya mau turun.

Apa ada yang mengganggu Gus?

ya itu..mereka itu Orde Baru, maunya dapat uang setiap kesempatan. Yang mbikin berat, uang negara dijadikan bungkus kebijakan untuk dirinya sendiri

Gus..sepertinya anda kok sentimen denga oerde baru Gus, padahal waktu anda mau jadi presiden kan anda akrab dengan Cendana?

Orde baru itu beda dengan Cendana. Orde baru itu orang-orang yang maunya dapat uang dari setiap kebijakan. sampai sekarang mereka-mereka ini banyak yang duduk di pemerintahan dan agen-agennya.

Bisa kasih contoh salah satu Gus...

Wong banyak kok contohnya satu....

Gus...beberapa waktu lalu saat mengenang kepergianmu, ada anak muda NU bilang. Keanehan Gus Dur itu memecat semua orang terdekatnya. Mulai dari JK, Wiranto, Matori, Alwi, Muhamimin, dan sebagainya. Apa sih Gus yang anda inginkan dengan keanehan itu..?

Biar mereka gede. Biar jadi pemimpin yang bermutu, tidak minta gendong orang tua terus.

Tapi masyarakat kan nggak berfikir gitu Gus..pikirnya Gus Dur ngawur....gimana Gus?

Biarin aja...

Gus..ini tentang PKB Gus. PKB ini kisruh terus lho Gus. Muhaimi-Yenni belum akrab, sekarang gantian Bu Lily Wahid dipecat Muahaimin...nanti PKB bisa bubar Gus. Gimana Gus?

Kalau bisa ya jangan bubar. terus ada. Muhaimin itu meniru saya...

Maksudnya Gus?

Tukang mecatin orang. tapi prinsipnya beda.

Sepertinya kok Muhaimin-Yenni ini sulit akrab Gus. Apa akan ada PKB versi baru?

Mereka sedang belajar. Yenni kan juga bisa belajar di Gerindra..wong suaminya orang Gerindra.

Kalau Yenni tetap di PKB gimana Gus...?

Bisa wong aslinya PKB, yang penting masyarakat diwadahi aspirasinya.

Begitulah cuplikan wawancara denan Gus Dur. Wa Allah A'lam bi al showab











Jumat, 15 Januari 2010

Konfirmasi Gus Dur

Berbarengan dengan wafatnya Gus Dur, di Malaysia timbul kekisruhan antar pemeluk agama, karena penggunaan kata Allah. Ujungnya terjadi pembakaran gereja. Atara lain: gereja Sidang Injil Borneo di Seremban 2, gereja Good Shepherd, gereja All Saints Church, Gereja Katolik St Louis, gereja Metro Tabernacle Church. Di suatu blog ada pernyataan bahwa peristiwa-peristiwa seperti itu untuk menghentikannya perlu seseorang yang seperti Gus Dur, karena Gus Dur memang piawai meredakan konflik agama.

Adanya kerinduan atas sosok seperti Gus Dur itu, maka saya tergerak untuk berkomunikasi dengan Gus Dur untuk memperoleh pendapatnya. Berikut petikannya.

Gus, saat ini di Malaysia lagi kisruh antar pemeluk agama terkait peggunaan kata Allah. Selama ini kata Allah di Malaysia digunakan orang Muslim, ketika orang-orang Kristen ikut memakai, maka akhirnya konflik, beberapa gereja pun akhirya terbakar. Ada bloger yang dalam pendapatnya bilang..kira-kira...ini perlu orang seperti Gus Dur untuk meredamnya...bagaimana pendapatmu Gus?

Pemerintah Malaysia harus tegas...harus turun tangan menghentikan konflik itu agar tidak meluas...

Gus Dur tidak tergerak urun rembug....?

Kan aku wis mati...

Gus, akarnya kan penggunaan kata Allah, di Indonesia kan nggak masalah itu...tetapi kenapa di Malaysia bermasalah Gus...sebenarnya bagaimana sih awal mula penggunaan kata Allah ini Gus...

Kata Allah ini sudah lama digunakan oleh umat beragama, baik itu Kristen maupun Islam. Kakek nabi Musa juga sudah menggunakan istilah Allah ini. Mereka ini Ibrani. Kata Allah itu sendiri waktu itu untuk mengganti kata Yahweh. Mulai dari situ kata Allah itu digunakan oleh masyarakat di semenanjung Arab dan akhirnya meluas.

Kalau di Indonesia, tulisannya sama-sama Allah (A-l-l-a-h) kenapa ucapanya berbeda Gus. Muslim mengucapkannya Alloh, dan non muslim mengucapkannya Allah...kenapa itu Gus..?

Orang Muslim kan bersentuhan budaya Arab, yang tulisannya itu lam di tasdid, maka menjadi Alloh. Kalau non muslim itu bersentuhan budaya Ibrani yang tulisannya tidak seperti itu, tapi makanya sama.

Kalau di Jawa Allah itu diberi kata depan Gusti hingga menjadi Gusti Allah, ini bagaimana Gus..?

Waktu peyebaran Islam di Jawa dulu, Tuhan itu dikenalkan sebagai raja, maka Tuhan dianggap Raja. Ini kan ada dalam al-Fatihah atau an-Naas, Maliki yaummiddin, maalikinnas...artinya kan yang merajai..kan Raja. karena Raja maka disebut dengan panggilan kehormatan Gusti, jadi Gusti Allah. Tidak mengurangi makna.

Gus..kenapa sih antar orang beragama kok gampang amat konflik, Islam dengan Yahudi, Islam dengan Kristen, Kristen dengan Yahudi, dan sebagainya, ini kenapa Gus...?

Ya dengan Israel juga konflik..

Oh ya Gus..kenapa kok malah jadinya anda bersinggungan dengan Israel menjadi penasihatnya?

Ya untuk tujuan meredam konflik itu.

Apa nggak bisa tanpa itu Gus..?

Israel kan minoritas, dimusuhi orang banyak, artinya kan lemah, tertindas, maka dibantu...

Lho, kan karena dia kecil, minoritas, ngeyel lagi...wajar kan Gus...dimusuhi..?

Yo tidak sederhana itu. Mereka kan manusia, semua manusia mempunyai hak yang sama dalam hidup. Lagi pula kan Nggak semua Irael atau Yahudi itu jelek? kan ya pasti ada yang baik dan tidak jahat, apa orang seperti itu dibiarkan jadi korban...?

Lha di kitab suci kan memang mencontohkan Yahudi itu terkutuk Gus..?

Yang dikutuk itu yang jahat. Yang dimusuhi itu yang menciptakan keonaran, sewenang-wenang, biadab, dan sebagainya. Memang dulu waktu jamannya Nabi, orang yang berperilaku seperti itu kebanyakan kaum Yahudi yang menentang Nabi. Sehingga dicontohkan seperti itu. Sebenarnya kan banyak juga Yahudi yang tidak memusuhi, bahkan menerima ajaran nabi...kalau kamu lihat, nabi-nabi itu kan banyak juga yang dari Yahudi atau Israel. Di sini perlu dibedakan antara Yahudi sebagai suku dan Yahudisme sebagai perilaku. yang dimusuhi itu yang Yahudisme itu.

Siapa Yahudisme itu Gus..?

ya siapa saja yang berperilaku seperti itu...

Berarti tidak terbatas suku Yahudi saja.., bisa juga mereka ini orang dari suku lain atau bahkan agama lain..?

Iya

Apa atas dasar itu Gus Dur mau jadi konsultan Israel?

Iya

Bagaimana pendapat Gus Dur dengan presiden Iran yang meginginkan menghapus peta Israel di dunia ini?

Itu tidak perlu dilakukan. Didekati saja dengan kemanusiaan. Kalau itu dilakukan, dampaknya berbahaya

Holocause babak baru ya Gus..?

Iya...dampaknya bisa meluas, bukan hanya sebatas di Israel saja, belahan dunia lain, termasuk Indonesia juga bisa terkena dampak.

Gus..Holocaust itu dulu betul terjadi apa nggak to Gus, kok katanya korbannya hingga mencapai 6 juta, apa benar Gus..?

Betul terjadi, tapi kalau jumlahnya sebanyak itu saya kira ya nggak, ya memang mengerikan..itu tidak boleh terulang lagi. Agama itu untuk mendamaikan, bukan untuk saling memusnahkan dan saling menciderai. Damai saja kan lebih enak...

Baik Gus, terima kasih.

Demikian itulah hasil komunikasi saya denga Gus Dur tanggal 13 Jauari2010 jam 7 malam.
wallahu'alam bish showab...
laa haula wa laa quwwata illa billahil aliyyil adzim...

Senin, 11 Januari 2010

Telewicara dengan Gus Dur dari Alam Kubur

Judul ini merupakan salah satu sisipan acara dalam refleksi perjuangan Gus Dur semasa hidupnya, yang dilakukan di Pondok Pesantren Kaliopak, tanggal 7 Januari 2010, Kamis malam Jum'at, guna memperingati 9 hari meninggalnya Gus Dur.

Bagi masyarakat Jawa, peringatan 9 hari memang tidak lazim, lazimnya adalah 7 hari. Dilakukannya hal ini ada beberapa alasan: pertama, sebelumnya beredar SMS yang mencoba memistikkan angka-angka pada hari, jam, tanggal, bulan, tahun pada saat meninggalnya Gus Dur, dan didapatkan angka 9. Kedua, angka 9 merupakan angka tertinggi, Ketiga, di Lombok peringatan 9 hari itu biasa dilakukan. Atas alasan-alasan itu, maka Om Kiai Jadul menetapkan acara pada waktu itu, dengan mempertimbangkan pluralitas, karena yang hadir pada waktu itu memang plural. Sebagian besar anak-anak muda NU, masyarakat sekitar, masyarakat lintas Iman (ada Katolik, Protestan, Hindu, Budha) dan juga multi etnis. Acaranya sendiri beragam, ada do'a a la Islam, ada tembang Macapat, ada pembacaan puisi, pembacaan Esai, ada renungan atau refleksi, ada sosialisasi Mars LKiS, dan ada juga sambutan-sambutan. Di Tengah-tengah acara itu, disisipkan acara yang saya sebagai pelakunya, yaitu "Telewicara dengan Gus Dur dari Alam Kubur".

Ketika memasuki sesi saya itu, sontak hadirin riuh-rendah penuh dengan pertanyaan-pertanyaan, kebingungan-kebingungan, penasaran-penasaran, dan segala bentuk uneg-uneg lain. Ini wajar, karena pengumumannya sendiri merupakan kejutan. Tidak dicantumkan dalam undangan yang beredar via SMS ataupun Facebook. Jumlah hadirin sendiri cukup membludak sekitar 400an orang, maka ketika mereka tertawa...dapat dibayangkan bagaimana situasi saat itu di Limasan Kaliopak.

Sesi saya itu kami mulai dengan memperkenalkan profil dan kemampuan saya, juga buku-buku yang saya tulis (Berjumpa 26 Nabi, dan Menguak Tabir Kematian, semuanya ada sub judul Pengalaman Spiritual Seorang Remaja), berdoa bersama, dan kemudian melakukan kontak dengan Gus Dur agar beliau berkenan diwawancarai. Hasilnya, Gus Dur bersedia. Berikut petikan telewicara itu.

Assalamu'alaikum Gus Dur, saat ini kami hadir di Limasan Kaliopak untuk memperingati 9 hari kepergian Gus Dur. Hadir di sini para pluralis....

Wa'alaikum salam, terima kasih banyak atas penghormatannya...

Gus...kami semua mendoakan Gus Dur, demikian juga masyarakat lain yang memperingati 7 hari kepergian Gus Dur, apakah Gus Dur merasakan...?


Terima kasih semuanya..iya..saya tahu dan saya merasakan...itu membuat saya lebih nyaman dan bahagia..

Bagaimana kondisi Gus Dur di alam kubur?

saya baik-baik saja..di sini nyaman..lebih nyaman dari pada di dunia..fasilitas juga lengkap...

Apa hobi Gus Dur di alam kubur?

masih seperti dulu...berkunjung ke kiai-kiai, saya senang bisa mengunjungi ulama-ulama yang dulu saya kagumi dan belum pernah ketemu...

Apa Gus Dur ketemu juga dengan Pak Harto?

Ketemu...

Apa yang anda bicarakan Gus..?

tidak membicarakan apa-apa..hanya say hello saja...

Apa tidak membahas politik Gus?

ini alam kubur...tidak ada politik...

Gus...ada rumor katanya Gus Dur mati dibunuh, apa benar..?

...(Gus Dur ketawa)...itu tidak benar. saya mati karena sudah waktunya mati. Memang benar ada pertemuan dengan presiden, tetapi dia tidak membunuh saya....jangan mengada-ada...

Tapi isu itu meluas Gus..?

saya itu tiga hari sebelum mati sudah dapat kabar, tugasku di dunia sudah cukup.

Apa yang Gus Dur bicarakan dengan Presiden?

Dia bilang "cepat sembuh Gus.."

Terus Gus Dur bilang apa?

nggak bilang apa-apa...saya cuekin...

Kenapa dicuekin Gus...?

kondisi saya lemah....

Ada isu lain nih Gus...tentang wasiat PKB, Cak Imin bilang dapat wasiat, Yenni bilang dapat wasiat, bagaimana sebenarnya Gus..? mereka sedang ribut lho Gus...

Biarin aja...sudah pada bisa mikir...

Bagaimana pula dengan wasiat Gus Sholah untuk memimpin NU?

Itu sifatnya sementara...karena dia yang paling tahu dengan kondisi sekarang..tapi itu sementara...bukan selama-lamanya..

Bagaimana sebaiknya NU ke depan Gus...begitu juga kami-kami ini Gus..?

ya.. berikan yang terbaik untuk masyarakat luas, bantu orang-orang lemah dan teraniaya...berbuat yang adil...

Gus..Negara kita ini sering diguncang gempa, hampir setiap hari ada gempa, mbok kita ini diberitahu Gus biar bisa siap-siap..

kan saya juga tidak tahu kapan gempa akan datang...?

Sudah ketemu dengan Nabi Gus..?

belum sempat

Sudah ketemu dengan Paus Gus..?

belum sempat

Sudah ketemu dengan Pak Karno Gus..?

belum sempat

Gus..katanya para wali-wali penyebar Islam di Jawa ini dari negeri Cina Gus...apa Gus Dur juga keturunan Cina...?

kekeliruan memahami sejarah...Wali-wali itu ya berjiwa Jawa...termasuk saya...Jawa itu plural..

Gus...apakah ada humor terbaru dari alam kubur?

ada...humornya...Gus Dur tertawa terbahak-bahak....

(Humor ini yang mengakiri telewicara)

Transkrip ini sebagian dari yang kami perbincangkan. Pertanyaan-pertanyaan itu berasal dari hadirin..fungsi saya hanya memediasi, dalam arti menyampaikan pertanyaan dari hadirin dan menyampaikan jawaban Gus Dur kepada hadirin. Menjelang berakhirnya sesi itu, saya mengingatkan kepada hadirin agar serius dan jangan lama-lama, karena...pulsanya mahal...he he he...

Transkrip ini awalnya tidak ingin saya publikasikan, karena sudah ada media yang meliput, baik cetak maupun elektronik. Namun, banyak permintaan yang datang melalui SMS, E-mail, Facebook dari belahan daerah lain, maka saya pertimbangkan untuk publikasi.

Demikian, mohon maaf bila ada kekurangan.

Kebenaran hanya mutlak milik Allah...
wallohu'alam bil showab...
laa haulaa wa laa quwwata illa billahil aliyyil adzim....