Kami sedang menunggu buku ketujuh kami tentang "Mbah Mutamakin"

Tampilkan postingan dengan label dialog dengan nabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dialog dengan nabi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Januari 2009

Akar Masalah Konflik Israel-Palestina: Keterangan Nabi Ruth

Terus terang aku sedih melihat perang Israel-Palestina berlangsung terus-menerus dan memakan korban yang banyak. Tangisan, lumuran darah, suara bedil, yel-yel dukungan, semuanya memilukan. Hatiku bertanya-tanya...mengapa mereka mesti berperang?
Dari negeriku dukungan banyak membantu Palestina dan mengutuk Israel. Bahkan hingga berlebih-lebihan menurutku, orang usaha di tanah air sendiri diporak-porandakan karena dianggap sebagai agen Zionis. Masyaallah......
Hatiku bertanya-tanya, sebenarnya siapa sih biang keroknya? Palestina ataukah Israel? Untuk menjawab itu, maka aku mengabaikan berita yang beredar sekarang ini, dan lebih memilih bertanya dengan nara sumber yang menurutku lebih obyektive, yaitu Nabi Ruth. Interview ini melalui pendekatan spiritual seperti biasa aku lakukan. Berikut petikannya:

Nabi, aku tahu namamu dari kitab Injil. Itupun aku awalnya dikasih tahu oleh kawan bahwa ada nabi Israel yang bernama Ruth. Nama ini diperdebatkan jenis kelaminnya. Banyak yang berpendapat bahwa inilah satu-satunya nabi perempuan. Aku ingin mengkonfirmasi denganmu langsung agar bisa memberikan informasi juga kepada kawan-kawan. Nabi, tolong ceriterakan jati dirimu.

Baiklah. Aku itu lelaki Israel keturunan Musa dan Harun. Aku keturunan ketigabelas. Perlu kamu ingat, umur manusia ketika itu panjang-panjang. Banyak yang sudah berusia tua baru punya anak. Ada yang sudah berumur delapan puluhan, atau bahkan ratusan. Maka jarakku dengan Nabi Musa dan Harun waktunya panjang. Aku hidup pada tahun 1346 SM. Ayahku bernama Lucas, dan Ibuku bernama Maria. Aku punya anak satu laki-laki yang aku beri nama Hiel. Dia juga seorang nabi, tinggalnya di daerah Mesir.

Nabi, engkau kan orang Israel, bagaimana perasaanmu melihat konflik Israel-palestina sekarang ini? apakah engkau tidak risau?

Bukan hanya aku, umumnya para nabi saat ini sudah enggan menggagas apa yang terjadi di Palestina dan Israel. Karena perang itu sudah berlangsung sangat lama. Kedua kaum itu tidak niat untuk berdamai. Hatinya sudah membatu dan matanya sudah dibutakan, sehingga tidak melihat dan merasakan kejadian-kejadian kekerasan yang merusak dan mengorbankan. Perang ini dapat dikatakan sebagai perang buta. Kedua-duanya buta. Mereka tidak mau menerima informasi-informasi dari para nabi lagi. Hatinya tidak disiapkan untuk menerima. Maka, saat ini tidak ada orang yang cocok untuk diamanahi sebagai penengah konflik agar segera reda. Hatinya disulut amarah yang berlebihan.

Apa tidak ada sama sekali orang yang bisa diamanahi yaa nabi..kan orangnya banyak?

Di daerah Palestina itu ada orang yang tergolong suci. Ia keturunan Ibrani. Ia sekarang seorang biarawan. Ia akrab dengan Israel. Orang ini pun masih belum memenuhi syarat untuk dijadikan penengah. Tetapi kelak akan ada orang yang datang sebagai penengah.

Sebenarnya akar permasalah konflik Israel-Palestina ini apa?

Sejak jaman Musa konflik ini sudah ada. Awalnya adalah perdebatan antara pengikut Musa tentang Sabath. Sebagian ada yang tetap memelihara Sabath dan sebagian menolak Sabath. Konflik itu sudah mulai ketika Musa masih hidup. Ketika Musa meninggal, perdebatan ini menjadi meluas hingga menjadi pertikaian. Pihak yang memelihara Sabath masih berada dijalur ajaran Musa, tetapi kelompok yang menolak Sabath kemudian menjadi pemuja pagan. Itulah akar masalahnya, yang kemudian berlangsung terus menerus dan mengembang hingga seperti yang terjadi saat ini. Masuknya Islam ke Palestina semakin menambah ruwet suasana konflik. Karena, pemeluk Islam di Palestina tidak mau mengakui Yahudi sebagai saudaranya. Padahal, kalau dilihat dari jalur keturunannya, mereka ini sama-sama keturunan Ibrani. Orang Palestina itu sebenarnya saudara Israel dan Yahudi. Pihak Palestina itu adalah keturunan dari orang-orang yang memelihara Sabath yang saya ceritakan di atas. Pihak yang menjadi pagan inilah orang-orang Israel.
Saat nabi-nabi Israel yang namanya tertera di Kitab Perjanjian Lama itu masih hidup, konflik dapat dikendalikan. Pada kurun waktu itu konflik menghilang. Masyarakat rukun, meskipun potensi konflik masih ada. Konflik itu mulai muncul lagi pada zaman Nabi Zakaria. Konflik ini masih kecil, dan kemudian membeesar pada zaman kenabian Isa.
Pemicu konflik pada saat Isa adalah perebutan atau klaim atas keberhakan memiliki Isa. Orang yahudi mengatakan bahwa Isa adalah keturunan mereka. Demikian pula kaum Ibrani, juga mengklaim menurunkan Isa. Kedua kaum itu kemudian berebut untuk memiliki Isa. Alasan Yahudi adalah karena Isa itu lahir di bethlehem, kota yang dihuni oleh orang Yahudi.

Sebenarnya Isa sendiri keturunan kaum mana?

Perlu kamu ketahui, Imran dan Zakaria itu keturunan Ibrani. Sedangkan Maria dari jalur ibunya itu berdarah Yahudi. Adanya klaim kepemilikan atas Isa itu, maka antara Yahudi dan Ibrani menjadi tidak pernah akur, senantiasa bertentangan.

Nabi, apa kaitan antara Israel, Ibrani, dan Yahudi itu?

Mereka itu sebenarnya saudara. Ibrani itu nenek moyang Israel dan Yahudi. Pada waktu itu, yang mempunyai tanah yang sekarang menjadi negara Israel itu adalah Yahudi. Israel itu kaum pendatang yang tinggal di sana. Kedua kaum itu, Israel dan Yahudi, banyak melakukan kawin silang, sehingga antara Yahudi dan Israel kemudian sulit untuk diidentifikasi. Orang-orang Palestina sendiri awalnya adalah kelompok orang Ibrani pengikut setia Musa yang memilih untuk menempati daerahnya sendiri, di daerah Palestina sekarang ini. Kehidupan kaum Palestina ini saat itu sangat damai. Mereka dapat beribadah dengan baik, dan aman. Orang-orang Palestina ini kemudian berkembang biak dan menyebar hingga ke daerah Arab, yang kemudian menurunkan suku-suku di Arab. Oleh karena itu kaum Palestina lebih merasa dekat dengan kaum Arab. Peradabannya lebih membaur dengan Arab dibanding dengan Israel. Demikian pula dalam menerima ajaran Islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW.

Terus...bagaimana kok akhirnya Palestina yang menjadi konflik dengan Israel?

Ketika Islam mulai diterima masyarakat, ajaran ini mulai menyebar luas ke negeri-negeri di luar Arab, bahkan hingga yang berjarak sangat jauh dari Arab sendiri. Islam menyebar hingga ke Spanyol, Cordoba, Perancis, Irak, Iran, Negeri-negeri Balkan, Turki, Hindia dan sebagainya. Saat penyebaran ke arah Turki dan negeri-negeri Balkan itu, sebagai wilayah antara penyebaran adalah Palestina. Karena Islam sangat kuat, maka kaum Palestina kemudian meluaskan daerah tempat tinggalnya. Ketika Palestina meluaskan daerahnya ini, kaum Israel dan Yahudi tidak setuju, karena merasa daerahnya teraneksasi. Oleh karena itu Israel kemudian melawan Palestina. Di sini konflik menjadi semakin ruwet. Konflik ini merupakan babak baru yang hingga memunculkan konflik belakangan ini.

Nabi, pada jamanmu sendiri masyarakat kan tidak ada konflik, mereka akur. Apa kiat yang nabi pakai saat itu?

Saat itu kami mengajari masyarakat untuk kembali kepada Taurat. Ada hal yang menurut saya sangat menunjang terjadinya perdamaian, yaitu diberitakannya kepada masyarakat tentang akan hadirnya Injil. Karena memang Taurat mengatakan demikian. Semakin masyarakat mengetahui apa yang tertuang di dalam Taurat ini masyarakat sepertinya antusias menunggu kedatangan Injil dan nabi barunya. Ada harapan dan antusiasme.

Apakah model itu bisa diterapkan untuk meredakan konflik saat ini?

Mungkin bisa, tetapi kan ada perbedaannya...Taurat dulu menjanjikan akan ada nabi baru dengan kitab baru..tetapi di Al Qur'an kan tidak ada menyebutkan hal itu...Maka, ya modelnya harus tidak sama dengan dulu. Kalau menyuarakan nilai-nilai ajaran Al Qur'an mungkin bisa..tetapi jangan dijanjikan ada nabi baru lho....Konflik Palestina-Israel ini akan bisa kemali aman nanti setelah munculnya figur baru yang bisa menjadi penengah.

Dulu kan ada Yasser Arafat, bahkan beliau sudah mendapat Nobel Perdamaian...

Tetapi bukan dia yang saya maksud. Penengah itu bukan Yaser Arafat. Nanti akan ada orang yang mumpuni untuk menjadi penengah. Orang ini sangat bijaksana, dipercaya oleh kaum Palestina juga oleh Kaum Israel. Ketika nanti orang ini sudah melakukan tugasnya, kedamaian dapat terjadi. Orang Israel dapat bebas masuk dan aman memasuki Palestina. demikian pula orang Palestina bebas memasuki Israel. Itulah saat kedamaian.

Apakah yang anda maksud itu diturunkannya kembali Isa ke bumi, atau datangnya Imam Mahdi?

Aku tidak mau bicara tentang itu. Bukan kapasitasku. Lagi pula tentang yang kamu sebut itu adalah rahasia Tuhan.

Oh ya... Nabi, selain engkau sejaman dengan Nabi Hiel, apakah engkau juga mengenal nabi-nabi lain?

Aku sejaman juga dengan Nabi Amos, Daniel, Elia, Maleakhi, hanya saja tempat tinggalnya sangat berjauhan. Kami tidak pernah saling bertemu secara fisik. Tetapi kami sering melakukan konverensi membahas tentang kehidupan masyarakat dan ajaran dari Tuhan. Kami melakukannya dengan cara telepati. Saat itu, nabi-nabi bisa melakukan teknik itu.

Baik. Terima kasih nabi, semoga info ini bermanfaat

Oh ya...sama-sama. Pesanku, tetaplah berada di jalur Tuhan. Ciptakanlah Kedamaian. Jadilah orang yang bermanfaat bagi seluruh alam. Sampaikan salamku kepada kawan-kawanmu.

Itulah tadi perjumpaanku dengan Nabi Ruth. nabi Israel yang namanya ada di dalam Kitab Perjanjian Lama.

Wallohu'alam bish showab.

Selasa, 03 Juni 2008

DIALOG DENGAN NABI ILYAS

Assalamu’alaikum yaa nabi Ilyas. Dapatkah engkau menceritakan pengalamanmu menerima wahyu yang pertama kali?

Wahyu pertama kali adalah pengangkatanku menjadi nabi. Wahyu itu wahyu kenabian. Umurku ketika itu tiga puluh lima tahun.

Seperti apa perintah kenabian?

Wahyu itu disampaikan langsung oleh Tuhan melalui mimpi. Aku diangkat ke langit dihadapkan kepada Tuhan. Di situ aku diperintahkan untuk mengajarkan tentang ketauhidan dan tata kehidupan dalam masyarakat.

Seperti apa Tuhan dalam mimpimu itu?

Aku tak sanggup membayangkan dan menceritakaan.

Kenapa anda dapat mencapai tahapan spiritual seperti itu, apa yang anda lakukan sebelumnya?

Aku tidak melakukan apa-apa. Ritual-ritual tertentu juga tidak aku lakukan. Selain itu, aku juga tidak mempunyai keturunan dari orang-orang suci seperti nabi, misalnya.

Apa yang engkau rasakan ketika menerima wahyu?

Aku merasakan ketenangan.

Yaa Nabi, anda hidup di dunia kapan? Apakah engkau pernah berjumpa dengan para nabi lain?

Aku hidup di daerah Yaman, kira-kira 400-500 sebelum masehi. Aku pernah bertemu dengan nabi Zakaria dan Ilyasa. Ilyasa itu guruku.

Apa yang engkau pelajari dari Ilyasa?

Dari Ilyasa aku mendapatkan ajaran tentang ketauhidan, akhlak, tentang diri dan kehidupan, serta tentang keluarga. Dari Zakaria aku tidak mendapatkan apa-apa. Ia lebih muda dariku.

Bisakah anda menceritakan pengalaman pertemuanmu dengan Ilyasa?

Ketika aku bertemu dengan Ilyasa, aku masih kecil. Dia mengatakan bahwa aku mempunyai aura yang bagus. Aura itu diyakininya sebagai aura kenabian. Kemudian dia menemui orang tuaku, meminta ijin untuk mendidikku.

Apakah wahyu kenabianmu diketahui oleh Ilyasa?

Tidak, Kami berpisah ketika aku berusia 22 tahun. Ketika itu Ilyasa melanjutkan perjalanan musafirnya.

Berapa kali anda mendapatkan wahyu? Apa inti ajaranmu?

Tidak sampai delapan kali. Aku tidak mengajarkan apapun. Aku juga tidak mendapatkan kitab ataupun suhuf. Masyarakat ketika itu sudah beragama dengan baik. Aku hanya meneruskan dan memelihara tatanan yang sudah jadi.

Apa wahyu terakhirmu yaa nabi?

Ketika hidupku sudah hendak berakhir. Aku dikabari bahwa tugasku sudah selesai. Umurku ketika itu 102 tahun.

Apa mu’jizat yang engkau miliki?

Aku tidak mempunyai mu’jizat seperti nabi lain. Hanya saja doaku senantiasa terkabulkan.

Yaa nabi, dapatkah anda menceriterakan tentang pengalaman yang membahagiakan, yang menyedihkan, serta tentang keluargamu?

Pengalamanku yang aling membahagiakanku ya saat kenabian itu. Yang menyedihkan aku rasa tidak ada. Aku tidak mempunyai anak maupun isteri. Aku hidup membujang selamanya. Ayahku meninggal dunia ketika aku masih kecil. Aku bertemu dengan Ilyasa ketika berumur 10 tahun.

Senin, 02 Juni 2008

DIALOG DENGAN NABI ZAKARIA

Assalamu’alaikum yaa nabi Zakaria. Aku ingin mendapatkan informasi tentang pengalamanmu mendapatkan wahyu yang pertama kali. Dapatkah engkau menceriterakan pengalamanmu padaku?

Aku mendapatkan wahyu yang pertama kali ketika usiaku tujuh belas tahun. Mula datangnya wahyu itu ditandai dengan datangnya cahaya seperti komet yang jatuh tepat di depanku. Komet itu ternyata dua malaikat Allah yang berkata kepadaku ”berbahagialah kamu, kamu telah diangkat dan dipercaya oleh Allah menjadi nabi”.

Yaa nabi, apa aktivitas sebelumnya yang engkau lakukan hingga mencapai maqam spiritual itas seperti itu, dan apa dampaknya dari pewahyuan itu?

Aktivitas yang seperti apa ya? Ee…mungkin ini jawaban yang anda tanyakan…sebelum wahyu itu datang, aku memang sedang berpuasa selama tiga hari. Puasanya biasa seperti orang Islam berpuasa. Sebelumnya aku berpuasa batin selama satu minggu. Memang aku sering melakukan puasa-puasa seperti itu sebelumnya. Setelah kenabian itu, aku mendapatkan mu’jizat dapat masuk ke dalam pohon, menembus tembok, masuk ke dalam tanah. Kemu’jizatan aku ini telah aku pelajari dari para guru-guru spiritualku jauh sebelum mendapat wahyu kenabian, tetapi selama itu pula aku tidak dapat melakukannya. Aku baru bisa melakukan semua itu setelah mendapat mu’jizat yang berbarengan dengan wahyu kenabian itu.

Guru spiritualitasmu siapa yaa nabi?

Banyak. Aku banyak berguru dari Abu Baizan. Ia adalah pamanku sendiri. Ia mengajarkan ilmu-ilmu kanuragan, baik beraliran hitam maupun putih.

Lho, nabi kok mempelajari ilmu hitam, bukankah ilmu hitam itu berkonotasi jelek?

Kedua-duanya aku pelajari, karena pada dasarnya semua ilmu itu baik. Hitam dan putihnya tergantung pada penerapan ilmu itu sendiri. Mempelajarinya menjadi penting agar dapat dengan pasti membedakan mana yang betul putih dan mana yang betul hitam. Tidak mencampurakannya hingga menjadi abu-abu. Aku juga belajar dari Abu Hasan, juga guru-guru lain. Perlu kamu ketahui, llmu hitam, seperti sihir, itu juga karunia Allah, asalnya ilmu itu juga dari Allah. Kenapa sihir dilarang dan dicap sebagai ilmu hitam, karena pada jaman dahulu sihir sering digunakan untuk hal-hal yang negatif, maka sering disebut sebagai ilmu setan, menjadi dicela, karena perbuatan negatif itu dilarang oleh agama.

Nabi, apakah engkau adalah keturunan nabi?

Kakek dari nabi Ilyasa dan buyutku adalah kakak beradik. Berarti aku dan Ilyasa masih saudara. Bapakku bernama Abu Hasan dan ibuku bernama Siti Zuraikhah. Istriku sendiri bernama Siti Aisyah yang biasa dipanggil dengan Isya. Artinya sebenarnya sama. Aku juga mempunyai kaitan saudara dengan Maryam ibu Isa. Ketika ia kecil, aku yang mengasuhnya. Aku punya satu anak laki-laki yang aku beri nama Yahya. Ketika Yahya lahir aku berusia 67 tahun dan isteriku berusia 27 tahun. Pemberian nama Yahya ini merupakan pemakaian pertama kata Yahya sebagai nama. Sebelumnya tidak ada yang berani menggunakan kata Yahya sebagai nama.

Dapatkah engkau lebih jelas menceritakan hubunganmu dengan siti Maryam ibu Isa?

Maryam itu masih hubungan saudara dengan aku, karena ia adalah anak Imran. Sedangkan Imran itu adalah sepupuku.

Apakah Imran itu termasuk nabi?

Imran itu bukan nabi tetapi ilmunya setara dengan ilmu para nabi. Ia mempunyai karomah-karomah, tetapi ia tidak mendapatkan wahyu kenabian. Ketahui ya...wahyu kenabian itu datang secara sendiri, tidak dapat diminta atau disongsong. Ia murni ramat Allah.

Nabi, berapa kali anda mendapatkan wahyu dalam hidupmu?

Banyak sekali. Aku sering mendapatkan wahyu, yang paling mengesankan adalah wahyu tentang kenabian. Nabi itu sebutan, maknanya adalah dia itu memimpin umat pada saat itu. Disamping bertugas menyampaikan ajaran-ajaran Allah.

Nabi, dapatkah anda menceriterakan tentang tanda-tanda kelahiran Yahya?

Sebelum Yahya lahir, aku telah lebih dulu mendapat wahyu dan dikabari bahwa kelak Yahya itu menjadi nabi. Ketika itu beritanya disampaikan langsung oleh Allah dalam meditasiku.

Yaa nabi, apa wahyu terakhirmu?

Aku mendapatka wahyu terakhir ketika di ujung masa hidupku. Setelah umurku 103 tahun aku meninggal. Itu beberapa hari setelah turunnya wahyu terakhir. Aku meninggal di Palestina, tetapi lahir di Yaman.

Ketika anda memelihara Maryam itu dimana? Apakah benar Maryam itu perawan suci? Apakah anda juga tahu kelahiran Isa?

Di Palestina. Ketika kelahiran Isa aku tahu, tetapi aku tidak menunggui kelahiran itu. Maryam ibu Isa itu dulunya memang gadis pingitan tetapi ia juga bergaul. Bahkan ia punyai kawan laki-laki yang dapat dikatakan sebagai kekasih, namanya Hasan al As’ari. Aku tahu betul Hasan al As’ari, karena ia adalah tetangga dekatku. Maryam mengenal Hasan al As’ari itu ketika ia berumur 17-18 tahun. Ia melahirkan Isa pada usia 22 tahun.

Maksud anda bagaimana?

Aku tidak yakin bahwa Isa tidak mempunyai ayah. Tetapi aku juga tidak yakin bahwa Maryam pernah berhubungan dengan lelaki. Karena aku tahu betul Maryam. Ia aku jaga dengan sebaik-baiknya. Hubungannya dengan Hasal al As’ari hanya merupakan hubungan yang berjarak. Isteriku juga menjagai dengan baik, dan Maryam sendiri orangnya sangat patuh. Dari hasil meditasiku, setelah Maryam melahirkan Isa, aku mendapat jawaban. Ada kekuatan Nur Allah yang masuk ke rahim Maryam. Nur itu tidak melalui tahapan berupa segumpal darah tetapi langsung menjadi manusia. Makanya, tiba-tiba perut maryam menjadi besar karena mengandung bayi.

Apa respon masyarakat ketika itu?

Masyarakat heboh dalam kebingungan. Selain itu ada juga berbagai gunjingan-gunjingan yang tidak hanya secara sembunyi-sembunyi, tetapi bahkan sudah terang-terangan. Akibat gunjingan itu Maryam tidak tahan, maka ia kemudian meninggalkan rumah, dan melahirkan dalam pengasingannya yang berjarak 20-30 kilometer dari rumah kami. Saat kejadian itu, Hasan al As’ari sudah lama meninggalkan daerah kami karena pindah ke kota lain. Maryam mengandung Isa hanya sebentar, tidak seperti bayi dalam kandungan pada umumnya. Ketika Isa dilahirkan, ia ditunggui oleh seribu malaikat. Beberapa di antaranya membawa wahyu kenabian. Isa dilahirkan di alam terbuka ada siang hari. Tepatnya pada hari Sabtu di bulan Syuro akhir.

Ketika itu Imran dimana?

Imran berkumpul dengan kami. Rumah kami besar dengan penghuni yang cukup banyak, beberapa keluarga yang masih ada ikatan saudara.

Senin, 26 Mei 2008

DIALOG DENGAN NABI IBRAHIM

Assalamu’alaikum Yaa Nabi Ibrahim. Nabi, aku ingin mendapat gambaran dengan jelas mengenai bagaimana nabi mendapat wahyu untuk yang pertama kalinya.

Aku medapatkan wahyu untuk yang pertama kalinya secara langsung berupa ilham. Itu aku dapatkan melalui mimpi bertemu dengan Tuhan. Ketika itu usiaku dua puluh lima tahun.

Apakah sebelumnya nabi melakukan tirakat, seperti puasa atau sejenisnya?

Tidak. Aku tidak pernah melakukan tirakat semacam itu sebelumnya. Tetapi aku selalu berfikir tentang siapa Tuhan sebenarnya. Ketika memikirkan itu sepertinya aku hampir gila.

Berapa lama nabi memikirkan itu, dan kenapa sampai mau gila?

Lama sekali aku memikirkan tentang hal itu. Kira-kira antara 10-15 tahun. Aku berfikir sangat keras tentang Tuhan sebenarnya. Bahkan yang sepertinya tidak mungkin pun aku pikirkan. Sangat banyak sekali yang aku pikirkan, dan tidak sesegera mendapatkan jawaban. Dalam mimpi itu (ketika wahyu pertama kali turun), baru aku menemukan Tuhan yang sebenarnya.

Dalam mimpi nabi itu, Tuhan seperti apa?

Ia berwujud dzat, sangat susah untuk dikatakan. Aku tidak sanggup untuk menggambarkannya. Aku nggak sanggup.

Nabi melihat dengan hati apa dengan mata kepala?

Aku melihatnya secara langsung.

Berapa besarnya?

Aku tak bisa memperkirakan. Aku sulit untuk menggambarkan. Yang jelas, ketika itu ada cahaya putih yang sangat menyilaukan.

Dimana tempat perjumpaan itu?

Ketika itu aku diangkat ke langit ketiga. Di sana pula aku diangkat dan dinyatakan sebagai nabi.

Kok nabi tahu, bahwa itu adalah Tuhan

Dzat itu sendiri yang mengatakannya bahwa ”akulah Tuhanmu”.

Apa dampak dari perjumpaan itu?

Setelah perjumpaan itu, aku merasa aku ini belum ada apa-apanya, sangat kecil, teramat sangat kecil. Oleh karena itu aku berusaha untuk senantiasa mengembangkannya agar lebih berarti, mengurangi kekurangan-kekurangan.

Perasaan kekurangan apa yang paling nabi rasakan?

Sangat banyak merasa adanya kekurangan-kekurangan.

Apa yang anda kembangkan secara konkrit?

Aku mengajarkan apa yang aku terima dari Tuhan kepada masyarakat

Katanya anda bertentangan dengan raja. Siapa raja itu?

Tidak bertentangan, hanya berselisih paham. Berselisih paham tentang Tuhan sebenarnya. Raja itu adalah Namrud I. Namrud beranggapan bahwa Tuhan itu menitis pada manusia-manusia. Terutama pada para raja. Termasuk dirinya.

Apa yang nabi katakan kepada Namrud I?

Aku mengatakan bahwa Tuhan itu satu. Tuhan tiada beranak dan beristri, dan tiada pula diperanakkan. Dia tidak ada yang menyamai. Dia maha kuasa atas apapun. Yah, Tuhan itu konsepnya tertuang dalam Kulhu itu (Surat al Ikhlas dalam Al Qur’an).

Ceriteranya anda hingga dibakar dan tidak terbakar. Kenapa bisa begitu?

Sebelum dilakukan proses pembakaran terhadapku, Tuhan telah menurunkan wahyu yang kedua padaku, berupa mukjizat kebal api. Datangnya wahyu itu ditandai dengan adanya cahaya yang masuk ke dalam tubuhku. Aku sadar betul ketika itu. Aku dibakar oleh pengikut Namrud selama kurang lebih tiga jam, alhamdulillah aku masih utuh tidak terbakar sedikitpun. Begitu pula pakaianku, masih utuh semuanya.

Setelah Namrud tahu bahwa nabi ternyata kebal api, apa yang dilakukan oleh Namrud kemudian?

Namrud tidak melakukan apa-apa lagi. Aku dibebaskan. Banyak anak buahnya yang mulai percaya denganku dan mengikuti ajaranku. Tetapi Namrud ketika itu masih belum mau mengikutiku. Dia membebaskanku meskipun pada dasarnya dia masih belum mengakui konsep Tuhan yang kusampaikan.

Kenapa nabi menyembelih Ismail?

Karena perintah Tuhan, dan itu merupakan mukjizat bagi Ismail sendiri.

Itu wahyu yang keberapa yang nabi terima?

Itu wahyu yang kesekian ratus..aku tidak ingat tepatnya berapa..yang jelas sudah banyak wahyu-wahyu yang aku terima sebelumnya.

Apa wahyu yang nabi terima terakhir kalinya?

Wahyu terakhir yang aku terima dari Allah yang terakhir adalah perintah untuk pembuatan Ka’bah dan pemasangan Hajar Aswad. Itu wahyu yang terakhir, karena setelah beberapa waktu dari itu aku meninggal, dan sebelumnya tidak pernah ada wahyu lagi. Datangnya wahyu yang terakhir ini, seperti layaknya wahyu-wahyu lain, Allah memerintahkan aku untuk membuat ka’bah yang tempatnya sudah ditentukan. Tempat yang dipilih itu adalah tempat yang tepat di bawah matahari. Tidak ada bayang-bayang yang ditemui ditempat itu.

Jadi, nabi membuat ka’bah itu pada siang hari?

Iya. Aktivitas pertama pembuatan Ka’bah dimulai siang hari.

Kenapa dimulai pada hari itu?

Karena perintah Allah.

Hajar Aswad, apakah itu betul batu yang berasal dari surga?

Aku tidak tahu. Aku tidak mengetahui betul tentang asal mula batu itu dari mana. Menurutku itu murni batu yang berasal langsung dari Allah. Batu itu datang sampai kepadaku dibawa oleh malaikat Allah yang jumlahnya sangat banyak, empat puluh ribu malaikat. Batu itu langsung diletakkan di dinding Ka’bah yang telah lebih dulu aku persiapkan untuk batu itu. Sebelumnya aku telah diperintahkan untuk membuat cadangan tempat dimana Hajar Aswad itu mau ditempatkan. Sebelumnya aku tidak pernah membayangkan Hajar Aswad itu seperti apa. Aku hanya menuruti perintah melalui wahyu yang aku terima. Hajar Aswad murni dari Allah.

Apa arti kata dari Hajar Aswad itu?

Hajar Aswad itu hanya sebuah nama. Karena dibawa oleh malaikat, maka banyak yang mengartikan batu dari langit. Ada juga yang mengartikan batu dari surga, karena malaikat diyakini tempatnya di surga.

Waktu membuat Ka’bah, anda melakukannya sendirian apa ada temannya?

Aku, Ismail, dan beberapa malaikat. Ka’bah itu rampung pembuatan dalam waktu tiga hari.

Selain 40.000 malaikat, berapa malaikat lagi yang membantumu membuat Ka’bah?

Ada delapan malaikat Allah.

Apakah nggak diganggu oleh jin atau setan ketika membuat Ka’bah?

Ketika Ka’bah itu dibuat, jin dan setan tidak akan mampu melihat aktivitas pembangunan Ka’bah itu. Tujuannya agar Ka’bah terjaga kesuciannya. Bahkan hingga sekarangpun, jin dan setan tidak mampu melihatnya. Ka’bah itu secara khusus diperuntukkan kepada manusia.

Minggu, 25 Mei 2008

Dialog dengan Nabi Isa

Dialog dengan Nabi ISA


Assalamu’alaikum yaa Nabi Isa, dapatkah anda menjelaskan pengalaman ketika mendapatkan wahyu untuk yang pertama kali?

Kelahiranku itu sudah merupakan wahyu. Wahyu itu yang berkaitan dengan kenabianku. Aku sudah dinyatakan sebagai nabi semenjak lahir. Jadi dapat diartikan bahwa itu merupakan wahyu pertama dan keduaku sekaligus.

Wahyu yang pertama anda sadari seperti apa?

Waktu itu aku masih kecil, usiaku baru tiga tahun. Ada seberkas cahaya yang masuk melalui kedua tanganku, yang kemudian menunjukkan berbagai keajaiban. Setiap apa yang aku inginkan terkabul. Ketika aku bertemu dengan seorang buta, dan aku usapkan kedua telapak tanganku ke kedua matanya, dan memohon ijin Allah, ternyata kedua mata orang itu dapat melihat kembali. Setelah itu, ada beberapa orang yang sakit, dan kuusapkan tanganku, ternyata dapat sembuh pula.

Bagaimana dengan cerita bahwa engkau telah membagi sepotong roti untuk beribu-ribu umat, dan ternyata semua kebagian, tidak merasa kekeurangan. Apakah itu cerita yang betul?

Betul. Kekuatan yang diberikan Tuhan kepadaku itu memang luar biasa. Ketika itu aku berada di antara kaumku yang jumlahnya sangat banyak, kira-kira lima ribu orang, berkumpul di padang tandus yang tidak ada makanan. Pada pertemuan itu kudapati sepotong roti, kemudian aku bagikan kepada seluruh umat itu, dan ternyata mereka semua kebagian dengan porsi yang cukup untuk kebutuhannya. Tuhan maha kuasa atas segala sesuatu.

Kenapa anda mengatakan engkau diberikan kekuatan Tuhan? Bukankah engkau Tuhan itu sendiri, seperti persangkaan umatmu?

Bukan, aku bukan Tuhan. Aku manusia biasa sepertimu, semua kekuatan yang kumiliki berasal dari Tuhan. Tuhan adalah dzat yang tiada dapat dipersamakan, dia tunggal, maha kuasa. Sekali lagi aku katakan aku bukan Tuhan.

Bisa nggak kalau engkau dianggap sebagai anak Tuhan?

Tidak. Aku anak mariyam. Tuhan tidak memiliki anak dan tidak diperanakkan.

Tetapi hingga kini umatmu menganggap engkau sebagai Tuhan.

Itulah kesalahan yang harus dibenarkan. Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku adalah Tuhan. Aku manusia biasa, sama sepertimu dan orang-orang lain. Hanya saja kelahiranku yang membedakan.
Apakah engkau tahu bahwa umatmu menganggapmu sebagai Tuhan? bagaimana responmu?

Iya aku tahu, ketika aku hidup pun mereka mengatakan bahwa aku adalah Tuhan. Jelmaan Tuhan, Anak Tuhan. Semua itu dikaitkan dengan keanehan-keanehan yang ada padaku, seperti proses kelahiranku dari seorang Siti Mariyam yang perawan, serta kekuatan-kekuatan yang aku miliki. Tetapi aku telah mengatakan kepada mereka berkali-kali, bahwa aku bukanlah Tuhan. Aku manusia biasa.

Tapi, mengapa anggapan itu tidak mereda hingga kini?

Ada banyak faktor yang menyebabkan. Mungkin karena berkaitan dengan jumlah orang yang yang sangat banyak, serta kekuatan atau keajaiban yang aku miliki ini, dan keterlanjuran mereka menganggap bahwa aku adalah Tuhan, itu yang menyebabkan mereka tidak segera mengerti bahwa aku bukanlah Tuhan.

Apakah ketika menerima wahyu yang pertama engkau sadari itu engkau meminta atau melakukan ritual khusus?

Tidak. Aku tidak meminta dan tidak melakukan apa-apa. Semua datang dengan sendirinya.

Apakah engkau selalu meminta ijin dari ibumu dalam melakukan kegiatanmu?

Bukan ijin. Ibuku selalu merestui apa yang aku lakukan.

Kenapa engkau disalib? Apakah semula engkau sudah tahu bahwa engkau akan di salib?

Aku tahu dari murid-murid setiaku. Mereka tahu bahwa ada rencana dari orang-rang yang hendak menyalibku. Tetapi.......

Apa sebab engkau disalib?

Karena ada perbedaan pendapat tentang Tuhan, antara ajaranku dengan kekuasaan ketika itu. Yah...ceritanya mirip dengan kisah Ibrahim. Ketika itu Ibrahim berbeda dengan Namrud tentang konsep Tuhan.
Perlu kamu ketahui! Aku tidak disalib! Ada proses penyaliban, tetapi itu bukan aku yang disalib!

Lho, bukankah dalam riwayatnya itu betul-betuk engkau. Fisiknya kan fisikmu? Kalau bukan engkau, lantas siapa? Dimana engkau ketika itu?

Kami mengetahui bahwa ada rencana penyaliban. Aku dan beberapa murid setiaku berada di rumah, membahas hal-hal yang terkait dengan rencana penyaliban itu. Di sana hadir salah seorang muridku yang semula berperilaku menentangku tetapi pada akhirnya ia menjadi mulid yang setia. Ia hadir di antara murid-murid lamaku yang setia. Pada waktu itu aku menanyai mereka tentang apa pendapat mereka dengan rencana untuk mengeksekusiku. Muridku yang setia belakangan ini mengatakan aku yang akan menghadapinya pertama kali. Murid yang lain kemudian mengikutinya. Ketika rumah itu mulai terkepung, aku diangkat oleh Tuhan ke langit ke tujuh, dan murid-muridku itu, ada yang diserupakan aku, yaitu muridku yang setianya datang belakangan. Murid-muridku yang lain juga ikut menjadi korban penyaliban.

Berapa orang yang disalib?

Ada empat orang. Tiga orang disalib di bukit, dan satu orang yang diserupakan dengan aku itu yang disalib di lapangan. Mereka adalah martir.

Nabi, berapa umur nabi hidup di dunia?

Umur 35 tahun aku diangkat oleh Allah.

Jumat, 23 Mei 2008

Dialog dengan Nabi sulaiman


Assalamu’alaikum yaa Nabi Sulaiman, dapatkah anda menjelaskan pengalaman ketika mendapatkan wahyu untuk yang pertama kali?

Aku mendapatkan wahyu dari Allah ketika usiaku antara 7-8 tahun. Allah memberikan kepadaku ”keterkabulan” atas setiap permintaanku. Apa yang aku inginkan, semenjak itu Allah selalu mengabulkannya.

Apakah permintaanmu selalu dikabulkan oleh Allah?

Alhamdulillah semua dikabulkan.

Bagaimana bisa seperti itu?
Itulah anugerah. Hanya Allah yang maha kuasa

Apakah ada upaya khusus untuk mencapai wahyu?

Aku tidak tahu dengan pasti. Yang jelas, aku semenjak kecil sering diajari oleh ayahku untuk berpuasa Daud. Sejak usiaku memaski enam tahun.

Apa yang anda rasakan ketika mukjizat yang pertama kali itu datang?

Aku merasa bersyukur sekali. Mulai dari itu, aku menjadi sangat bertanggung jawab atas semua perilakuku.

Bukan, bukan itu yang saya maksud, yang saya maksud adalah tanda-tanda yang berkaitan dengan pengalaman fisikal.

Biasa saja. Tidak ada yang aneh.

Apakah datangnya wahyu itu anda mulai dengan meminta ataukah datang dengan sendirinya secara tiba-tiba?

Aku tidak pernah meminta. Ayahku, nabi Daud, yang sering berdoa kepada Allah agar kelak aku menjadi seorang yang berguna.

Anda anak Daud yang ke berapa?

Aku anak yang pertama. Saudara saya satu, perempuan. Namanya Aisyah. Dari garis keturunannya tidak ada yang menjadi nabi.

Nabi, dalam riwayat kenabian anda diceriterakan dapat berkomunikasi, tepatnya berbicara, dengan binatang. Apa itu betul?

Sebetulnya semua manusia biasa melakukannya, tergantung pada tingkat konsentrasinya. Semakin terlatih untuk berkonsentrasi dan diniatkan berbicara dengan binatang, insyaallah bisa bicara sepertiku. Pada dasarnya tidak hanya binatang, semua benda bisa diajak berbicara. Tidak hanya yang hidup, yang matipun bisa. Batu, sampah, tembok, semuanya bisa diajak bicara. Tergantung latihannya dan konsentrasinya.

Apakah cara anda melakukan interaksi dengan binatang itu sama dengan caraku yang biasa kulakukan?

Iya, seperti itu.

Pengalaman pertama ketika melakukan hal seperti itu, apa yang nabi rasakan?

Merasa senang. Aku senang sekali. Awalnya aku diberi penjelasan oleh Nabi Daud bahwa setiap benda dapat diajak untuk bicara. Aku dilatihnya, dijelaskan secara intens. Aku sering latihan. Ayahku menyarankan agar aku sering latihan.

Itu wahyu yang ke berapa yang anda dapatkan?

Itu wahyu ketiga. Wahyu pertama tentang menerima kekuatan, seperti aku jelaskan di muka, dan wahyu yang kedua tentang kenabian. Diangkatnya aku oleh Allah sebagai nabinya.

Bagaimana hubungan nabi dengan ratu Bilqis?

Ratu Bilqis itu tetangga negara, dahulunya. Tapi kemudian ratu Bilqis menjadi isteriku, setelah negerinya kutaklukkan.

Sebelumnya kenapa kok sampai ditaklukkan?

Dahulu rakyat negeri Bilqis itu termasuk orang-orang yang sifatnya sangat tidak terpuji, angkuh, sombong, dan menyembah berhala. Bilqis juga semula seperti itu.

Nabi, pada saat anda menakukkan negeri Bilqis, konon katanya istananya ratu Bilqis engkau pindah di negerimu, benarkah begitu?

Betul. Betul begitu. Itu adalah cara untuk menanklukkan ratu Bilqis. Istananya dipindahkan saja. Kekuasaan Bilqis sebenarnya tidak besar dibanding kekuasaanku. Kekuasaannya hanya sekitar sepersepuluh dari Negeriku. Negeriku meliputi semenanjung Arab, Mongol, Cina, India, semenanjung Malaka. Negeri Bilqis sebelah utara negeriku. Tepatnya di pegunungan Kaukasus.

Kok bisa dipindah begitu?
Atas seijin Allah. Kan aku diberi Allah kekhususan untuk mewujudkan permintaanku. Ketika aku menginginkan istananya Bilqis pindah, maka seketika itu juga istana itu pindah di tempat yang kuinginkan.

Apakah itu menggunakan bantuan jin?

Tidak. Pemindahan istana Bilqis tidak menggunakan kekuatan jin. Itu murni kehendak Allah. Tetapi untuk pembuatan istanaku sendiri aku memang memanfaatkan kekuatan bala tentara jin. Karena, jumlah rakyat manusia di negeriku jumlahnya sangat sedikit. Tidak mampu untuk membuat istana yang begitu megahnya.

(Pembaca yang budiman, Istana nabi Sulaiman sangat besar. Gambarannya, lantainya, dindingnya, atapnya, semuanya berbahan pualam yang sangat berkualitas. Beberapa bagian dinding istana terbuat dari emas murni yang berkilauan. Banyak lukisan-lukisan kaligrafi menghiasi list plank. Di ruangan setelah pintu utama terdapat lantai yang menyerupai air, tetapi itu terbuat dari batu yang sangat bening (seperti es batu). Orang yang tidak terbiasa melewatinya, akan mengira itu adalah kolam air yang sangat jernih).

Ketika Ratu Bilqis tahu bahwa istananya dipindah, apa respon Bilqis ketika itu?

Takluk. Seketika itu pula Bilqis takluk. Ia terkesan dan takjub. Ia juga terkagum-kagum melihat negeri Sulaiman. Setelah ketaklukannya itu, Bilqis kujadikan isteriku.

Bilqis itu isteri nabi yang keberapa?

Dia isteriku yang pertama. Darinya aku dikaruniai tiga anak. Semuanya laki-laki. Semuanya lahir di India dan besar di India. Ketiga anakku itu adalah Sukha, Kudmir, dan Dhoha.

Yaa nabi, anda hidup di tahun berapa?

Tahun 1300 sebelum masehi. Usia hidupku selama 120 tahun.

Apakah betul ketika anda wafat dalam kondisi berdiri dan bersandar pada tongkat yang biasa anda pakai?

Iya betul. Bisa seperti itu karena tongkat yang aku pakai bersandar, ujungnya menancap kukuh di dasar lantai istana. Jadi sangat memungkinkan menopang tubuhku. Orang-orang baru tahu aku meninggal setelah rayap-rayap memakan tongkatku hingga rapuh.

Berapa lamanya rayap memakan tongkat itu?

Lama, kira-kira sepuluh tahun.


(Pembaca budiman, ketika nabi Sulaiman wafat dan bersandar pada tongkatnya, mata Sulaiman dalam keadaan terbuka, dan fisiknya tidak berubah bentuk. Tidak ada pula bau yang muncul dari jenazahnya. Bahkan pakaiannya pun masih dalam kondisi utuh. Inilah kemahakuasaan Tuhan. Ia mengenakan baju jubah berwarna hijau, sorban berwarna putih, dan mengenakan cincin yang bermata permata hijau. Ketika Sulaiman wafat, cincin itu pun menghilang.
Istana nabi Sulaiman berada di Persia. Sulaiman menikah dengan ratu bilqis pada usia 34 tahun, dan Bilqis berusia 54 tahun. Tetapi, wajah ratu Bilqis masih kelihatan sangat muda. Tidak menampakkan umurnya yang setua itu).