Kami sedang menunggu buku ketujuh kami tentang "Mbah Mutamakin"

Selasa, 08 Juli 2008

Dialog dengan Nabi Muhammad tentang Perbuatan Baik dan Buruk

Nabi, apa maksudmu sebenarnya dalam pidato haji perpisahan yang mengatakan bahwa orang Islam perlu mengimani dua pusaka, al Qur’an dan sunah?

Orang memahami al Quran saja sudah cukup. Hidup dan kehidupannya akan indah, nyaman, menyenangkan. Sunah itu tuntunan-tuntunan saja. Sunah tidak menjamin mendapat pahala. Artinya, ada yang engkau ikuti dan itu mendapatkan pahala, dan ada yang tidak mendapatkan pahala.

Kenapa begitu?

Karena sunah itu dasar-dasar tuntunan?

Bukankah sunah itu meniru apa yang engkau lakukan, dan engkau adalah uswatun hasanah?

Kalian tidak perlu meniru seluruh gaya hidupku. Ambil saja yang baik-baik yang itu sesuai dengan kehidupanmu. Aku hanya penyampai saja. Yang terpenting itu hubungan kita dengan Tuhan.

Nabi, aku ingin bertanya kepadamu tentang konsekuensi perbuatan baik dan buruk di dunia ini.

Kehidupan ini semua ada catatannya. Seperti diibaratkan perbuatan masyarakat ada catatannya dalam kepolisian. Semua catatan-catatan manusia itu dicatat dalam buku besar yang mencatat semua tentang kehidupan dunia.

Siapa yang mencatat? Apakah ada juru catat tersendiri?

Ada juru catatnya, mereka itu adalah malaikat-malaikat Allah.

Lho, manusia di bumi ini kan jumlahnya sangat banyak, berarti memerlukan malaikat yang banyak sekali. Berapa jumlah malaikat yang mengitarimanusia? Katanya yang mencatat amal manusia hanya malaikat Rakib dan Atid?

Malaikat itu mempunyai qorin yang banyak, bisa mencapai milyaran. Maka ia dapat melakukan kegiatannya secara standar pada setiap manusia, mencatat dengan tepat.
Sebenarnya di setiap manusia tidak hanya malaikat Rakib dan Atid saja. Ada orang yang kitari tiga malaikat, bahkan lebih.

Karakter orang seperti apa yang mempunyai tiga malaikat?

Orang yang mempunyai tiga malaikat atau lebih itu umumnya keturunan para nabi dan wali yang mempunyai nasab yang jelas, atau orang yang sedang tirakat, lelaku keilmuan. Malaikat yang mengitari bisa terus-terusan bersamanya, bahkan jumlahnya dapat terus bertambah, sejalan dengan maqamnya.

Apakah jumlah malaikat itu bisa berkurang?

Kayaknya tidak, karena malaikat dalam menyertai orang tersebut, memperhitungkan tingkat konsistensi orang tersebut. Malaikat akan turut aktif menjaga konsistensi perbuatan orang itu. Ada juga orang yang hanya dijaga oleh satu malaikat saja. Biasanya orang seperti ini adalah orang yang dalam kehidupannya tidak sesuai ajaran kitab suci.

Ada nggak yang tidak dikawal sama sekali oleh malaikat?

Tidak ada, meskipun orang itu kafir, tetap ada malaikat yang menyertainya, meskipun satu. Ulama-ulama, pendeta, dan para agamawan lain yang betul-betul mencurahkan hidupnya untuk di jalan Allah biasanya disertai tiga malaikat.

Yang hanya mendapatkan satu malaikat ini, apakah karena jumlah malaikatnya berkurang atau dari awal memang hanya satu?

Itu biasanya dari awal sesuai takdirnya. Jumlah orang seperti itu hanya sedikit, hanya sepersekian persen dari total manusia.

Kok sepertinya tidak adil?

Itu ada kaitannya dengan alam setelah kematian. Pada dasarnya semua kejadian di dunia ini sudah diatur, sesuai takdirya.

Kalau begitu, kenapa ada pikiran rasional?

Pikiran rasional yang menghasilkan pilihan-pilihan itu sudah masuk ke dalam takdir itu. Sudah tergaris, tetapi manusia tidak memahami. Semua itu terkait dengan paket perjanjian manusia dengan Tuhan, termasuk di dalamnya umur.

Apakah ada orang yang menyalahi takdir, sebagaimana perkataan yang ada dalam masyarakat?

Takdir tidak pernah salah.

Sebagian ulama mengatakan bahwa umur bisa diperpanjang, atau kita bisa negosiasi dengan Tuhan tentang umur, kalau dirasa umur kita habis sementara tugas di dunia belum selesai, maka masih bisa mengajukan perpanjangan, bagaimana menurutmu?

Bisa, tetapi itu melalui proses yang panjang, dan sangat rumit, tidak semua orang bisa menyelesaikan tahapan itu. Tetapi ada orang yang mampu, tentu dengan keilmuan tertentu. Untuk seperti itu, harus membangkitkan jiwa asalinya, melakukan usaha dalam takdir. Orang yang bisa seperti itu biasanya telah mencapai maqam tertentu, biasanya mempunyai power melebihi wali. tidak semua orang.

Kalau takdirnya tidak bisa diperpanjang bagaimana?

Ya berserah diri saja, menerima apa adanya.

Apakah doa bisa memperpanjang umur?

Tidak cukup, harus ada usaha.

Nabi, yang disebut dengan wali itu apa?

Wali itu orang yang mempunyai keilmuan tinggi, bukan hanya tentang ilmu kanuragan, tetapi ilmu kehidupan dengan baik yang sangat tinggi. Ciri utama wali adalah orangnya cerdas dan konsisten, serta mempunyai kepedulian yang tinggi atas kehidupan yang baik.
Tidak semua wali mampu memohon perpanjangan umur.

Nabi, seberapa mungkin orang bisa meminta perpanjangan umur?

Bisa berkali-kali, tetapi tergantung Tuhan mau menyetujui apa tidak. Kalau tidak disetujui ya berarti hidup di dunianya sudah berakhir, berganti dengan kehidupan setelah kematian.

Dialog dengan Nabi Muhammad tentang Alif Lam Mim

Nabi, mengapa di dalam al Qur’an ada ayat yang sulit dipahami, seperti alif lam mim, yaa sin, ali lam ra, tho ha, dan sebagainya?

Itu merupakan ilmu murni dari Allah secara langsung yang harus difilter agar maknanya tidak terpengaruh.

Kenapa seperti itu, bukankah apa yang dari Allah pasti akan diikuti oleh makhluknya?

Ilmu ini faedahnya sangat besar. Sejauh ini belum ada orang yang dapat mengilmukannya secara tetap. Ayat-ayat itu dapat dikatakan sebagai prototype keilmuan, bakal ilmu, dasar dari ilmu-ilmu. Nabi sendiri belum ada yang mengilmukannya secara tetap. Termasuk aku sendiri, ada yang belum dapat aku pahami dari ayat-ayat itu.

Menurut nabi Yusuf, katanya semua nabi sudah mengetahui makna dari ayat-ayat seperti itu?

Betul, semua nabi sudah mengetahui maknanya. Tetap semua nabi belum mengetahui bagaimana cara mengaplikasi arti dan makna ayat-ayat itu bagi kehidupan manusia di dunia. Ini yang belum bisa dipahami.

Apakah mungkin itu akan terbuka?

Sepertinya tidak mungkin. Kalau ada satu orang saja yang memahami ayat-ayat tersebut secara pasti, termasuk aplikasinya, dunia pasti akan geger, kisruh.

Kisruh karena apa?

Karena banyak yang menentang dia dan banyak pula yang mendukung karena telah belajar darinya. Ini yang berpotensi kisruh. Karena di situ ada konflik.

Sebenarnya, ayat-ayat seperti itu berupa singkatan atau sudah ayat utuh?

Itu adalah suatu kata yang mempunyai makna sangat luas, melebihi luasnya samudra, alam raya ini. Sangat luas. Semua ayat-ayat itu karakternya seperti itu.

Terkait dengan alif lam mim, ada yang memaknai itu sebagai simbol dari Allah, Jibril dan Muhammad. Apakah betul seperti itu?

Bukan, bukan itu. Itu hanya perkiraan pemahaman orang saja. Yang jelas ayat-ayat itu ada kaitannya dengan kehidupan manusia.

Bisa nggak alif lam mim itu diartikan sebagai alam?

Tidak bisa. Perlu anda ingat ya, kalau ada satu orang saja yang memahami makna itu, akan terjadi konflik. Maka, maaf aku tidak bisa membocorkannya. Tidak perlu dibahas lagi.

Dialog dengan Nabi Muhammad tentang Nabi Terakhir

Nabi, aku ingin mendapat konfirmasi langsung darimu tentang nabiya ba’dah (nabi terakhir). Apakah betul bahwa engkau adalah nabi yang terakhir?

Iya, aku orang yang terakhir menerima wahyu kenabian. Oleh karena itu aku disebut sebagai nabi yang terakhir. Ini bukan berarti bahwa ilmu akan berhenti sampai di sini. Orang yang mempunyai ilmu seperti nabi masih terus berlanjut. Hanya saja mereka tidak mendapatkan wahyu kenabian, maka tidak disebut sebagai nabi.

Apakah memang ada penegasan bahwa engkau adalah nabi yang terakhir?

Persaksian di dalam Injil sebenarnya sudah diungkap. Di Dalam Al Qur’an juga ada penegasan tentang itu. Begitu juga persaksian para malaikat bahwa Muhammad adalah nabi terakhir.

Bagaimana bentuk persaksian para malaikat itu?

Para malaikat itu mengakui bahwa Muhammad adalah nabi terakhir. Persaksian para malaikat itu terjadi ketika usiaku 52 tahun. Persaksian itu dihadapkan langsung kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Persaksiannya di hadapan Tuhan.

Mengapa mereka para malaikat bersaksi, apakah atas inisiatifnya sendiri ataukah berdasarkan perintah Allah?

Mereka bersaksi atas perintah Allah sebagai bagian dari takdir dunia.

Sebenarnya nabi itu apa?

Nabi itu adalah orang-orang terpilih untuk mendapatkan wahyu kenabian. Nabi mendapatkan tugas untuk menjalankan syari’at dan menyebarkannya.

Apakah para wali yang menyebarkan agama juga bisa disebut sebagai nabi?

Bisa saja sepanjang ia mendapatkan wahyu kenabian. Kalau tidak mendapatkan wahyu kenabian sebaiknya disebut sebagai wali saja. Karena letak pembedanya berada pada wahyu tentang kenaban itu.

Bentuk wahyu kenabian itu seperti apa?

Wahyu kenabian itu diikuti firman Allah pada saat wahyu kenabian itu diterimakan. Ada pernyataan Allah yang menyatakan bahwa orang tersebut telah diangkat sebagai nabi.

Ada istilah nabi juga ada istilah Rasul. Apa beda keduanya?

Sama saja, nabi sama dengan rasul. Itu hanya istilah yang berbeda. Substansi dan maknanya sama.

Ada yang berpendapat bahwa nabi adalah orang yang mendapatkan wahyu untuk kepentingan dirinya sendiri sedangkan rasul itu diperintahkan untuk menyebarkannya kepada orang lain. Bagaimana pedapatmu ya nabi?

Sama saja. Semua nabi itu menyebarkan apa yang diterima dari Allah kepada orang lain. Tidak ada nabi yang menikmati firman unuk kepentingannya sendiri, tidak menyebarkan. Itu tidak ada!

Tetapi, kenapa ada istilah nabi dan istilah rasul?

Itu karena faham ulama yang berbeda, sehingga mengartikan nabi berbeda dengan rasul.

Apakah bukan karena istilah yang ada di kitab suci sudah membedakan?

Bukan! Setiap nabi wahyunya untuk disebarkan. Meskipun penyebarannya itu kepada sedikit orang, nabi Khidir misalnya, beliau bisa disebut sebagai rasul.

Yaa nabi, sekarang ini ada sebagian umat yang mengakui bahwa Reza Ghulam Ahmad itu adalah nabi setelahmu. Kaum yang mengimaninya menyebutnya sebagai kaum Ahmadiyah, dan mengaku Islam juga. Bagaimana pendapatmu?

Dia lebih cocok disebut sebagai wali, bukan nabi. Karena dia tidak mendapatkan wahyu tentang kenabian.

Apakah semua nabi mendapatkan kitab suci atau suhuf?

Ada yang mendapatkan dan ada yang tidak. Semua ajaran Allah itu firmaniah, yang dapat berwujud dalam kitab suci, suhuf, atau firman-firman yang tak tersurat.

Apakah anda pernah ketemu dengan Reza Ghulam Ahmad?

Belum pernah ketemu. Ia belum bisa menemui nabi. Ada keilmuan yang tidak dipunyai.

Apakah anda tahu tentang permasalahan seperti itu?

Aku tahu, begitu juga nabi-nabi yang lain. Tetapi, kami para nabi tidak mempermasalahkannya. Yang penting ibadahnya tidak melenceng. Sewajarnya saja. Itu hanya khilafiah.

Bagaimana pendapatmu tentang adanya klaim kebenaran berIslam bagi sebagian umat?

Kami tidak mempermasalahkan. Yang kami inginkan dari mereka adalah beribadah dengan baik. Yang penting, dalam membaca kitab suci itu bukan keindahan suaranya, tetapi tahu maknanya.

Apakah konflik ini karena kesalahan memahami al Qur’an atau karena belum sepenuhnya memaknai al Qur’an? Apakah ini bisa dikatakan salah?

Bisa salah bisa benar. Tentang kebenaran yang asli itu telah tercantum dalam al Qur’an, ada kaitannya dengan pertanggungjawaban.

Jumat, 06 Juni 2008

PERLUNYA REKONSTRUKSI FILSAFAT ILMU

Ilmu dimaknai oleh Orang Jawa sebagai ngelmu, angel yen durung ketemu. Tetapi kalau sudah ketemu, ia akan membuat sesuatu menjadi lebih mudah, hidup menjadi lebih berarti, bersifat lebih membahagiakan, mendongkrak kesejahteraan, dan sebagainya. Angel (kesulitannya) terletak pada proses mencarinya, yang membutuhkan banyak waktu, banyak enaga, banyak biaya, serta pengorbanan-pengorbanan lain. Meskipun memerlukan pengorbanan ekstra, ilmu seseorang ternyata bersinggungan dengan ilmu orang lain yang terkadang sejalan dan terkadang pula berhadapan secara diametral berebut kebenaran.
Kebenaran yang kita usahakan dicapai oleh ilmu yang kita dipelajari, ternyata masih bersifat anggapan saja. Bukan kebenaran secara absolute, itu kalau dilihat dari perspektif orang lain. Demikian juga kebenaran yang diklaim orang lain, belum tentu benar menurut kita. Semakin jelas bahwa perspektif kebenaran seseorang tidak absolut, tetapi relative. Kebenaran bersifat paradok.
Kalau kita perhatikan, semua manusia sebenarnya sedang dalam proses berebut dan menuju kebenaran absolut. Karena kebenaran yang absolute itu bersifat abstrak dan diliputi oleh atmosfir relativitas, maka orang menekuni ilmu untuk menemukan kebenaran itu. Amosfir relativitas yang membiaskan kebenaran ini mempengaruhi pola pikir dan persepsi seseorang dalam mengindikasikan ilmu. Persepsi sendiri sangat dipengaruhi oleh berbagai factor yang melatarbelakangi cara berfikirnya. Cara berfikir mempengaruhi cara bertindak, juga perkataan.
Di dunia ini, dalam mengartikan ilmu, kebanyakan telah terkotak dalam pendapat yang berdasar pada sifat-sifat objektif, realistis, verifikatif, dapat di pahami dan diterapkan oleh orang banyak, sehingga bersifat positivistik. Kondisi inilah yang menentuan sesuatu itu ilmiah, dan yang ilmiah itu adalah kebenaran.
Jika hal ini dipedomani, seperti yang selama ini terjadi, maka kebenaran sebenanya sudah terhilangkan sebagian. Kitab suci agama apapun menjelaskan bahwa ada hal yang bersifat gaib dan yang konkrit. Terus yang gaib, yang tidak dapat diindera oleh kebanyakan orang, tentu tidak mudah untuk diverifikasi. Apakah lantas dikatakan tidak ilmiah?
Sebenarnya pernyataan ini sudah mengulang-ulang dari perdebatan di jaman para nabi, para filosof, hingga sekarang ini terjadi. Kita tahu perdebatan antara Nuh dengan rakyatnya, Ibrahim dengan Namrud, Plato dengan Aristoteles, Kant dengan Descartes, bahkan Presiden dengan legislative, Ahmadiyah dengan FUI, dan sebagainya. Berebut kebenaran dari perspektif yang berbeda. Galileo korban dikotomis klaim keilmiahan.
Maka, mari kita perluas cakrawala kita, bahwa kebenaran itu tidak terbatas pada status kata “ilmiah” yang sebagin besar dimaknai seperti sekarang ini. Untuk itu, jinkan aku berbagi pengalaman spiritualku yang selama ini aku alami, dan ternyata ada kebenaran-kebenaran baru yang mungkin selama ini tidak pernah disangka-sangka oleh pembaca, atau bahkan orang lain.
Berbagai pengalaman itu misalnya (ini hanay sedikit contoh dari yang aku alami):
- Aku melihat objek yang sangat jauh, di Amerika misalnya, dapat saya lihat dari sini, hanya dengan mengektifkan mata hati. Saya dapat menggambarkan secara detil ruang-ruang dan isi yang ada di Gedung Putih. Semua ini tentunya karunia dan ijin Allah. Aku juga dapat mengindera bagaimana magma yang ada di dalam bumi. Suatu bukti, ketika Kelud diperkirakan akan meletus, Aku berkomunikasi dengan Gunung Kelud. Gunung kelud mengatakan kepadaku bahwa dia tidak akan meletus. Setelah aku deteksi ternyata ada selimut gaib yang ada di kawah Kelud. Letusan akan terjadi kalau selimut gaibnya tidak menghalangi. Di sisi lain, Kelud mengatakan kepadaku bahwa aku belum diperintahkan untuk meletus. Maka, itulah akhirnya muncul gunung baru di kawah kelud. Wallahu’alam bil showab.
- Aku mendeteksi penyakit kanker kelenjar Tiroid (pasienku sekarang tinggal di Tanjung Balai). Ia mengalami kanker tiroid yang akhirnya sembuh berkat resep yang aku berikan. Resep itu aku dapatkan dari komunikasi dengan kankernya itu. Kanker itu yang memberi tahu resepnya. Alhamdulillah akhirnya sembuh.
- Aku juga mendeteksi perempuan 55 tahun yang mengidap batu empedu. Ketika itu dia kesakitan dan datang padaku. Aku lihat dengan kekuatanku, dan aku menemukan bahwa ibu ini terkena batu empedu. Dia membenarkan tentang hal itu, dan akhirnya cerita bahwa sebenarnya akan dioperasi oleh dokter, hanya saja terkendala oleh gula darahnya yang ketika itu 320. Aku ajak komunikasi penyakitnya, dan akhirnya aku dapatkan resep, alkhamdulillah dalam jangka 3 minggu ibu itu batu empedunya hilang, gulanya turun menjadi 160. Sebenarnya banyak lagi yang dapat aku sembuhkan dengan metodologi seperti itu, seperti hepatitis, virus di paru-paru, dan sebagainya. Umumnya mereka setelah bosan dengan pengobatan secara medik.
- Alhamdulillah, aku juga diberikan Allah kemampuan untuk komunikasi dengan makhluk gaib. Sebagian dari pengalamanku telah aku tulis dalam blog ini, spiritual-pandrik.blogspot.com.

Itu sekedar cuplikan cerita tentang pengalamanku. Aku mengundang anda, yang benar-benar ingin tahu tentang hal itu, ataupun tentang kondisi kesehatan sendiri ataupun keluarga anda, silakan kontak kami. Info selengkapnya, kunjungi blog kami: spiritual-pandrik.blogspot.com.

Kesimpulan.

Jangan puas dengan ilmu yang ana punyai sekarang, apalagi mengklaimnya sebagai yang paling benar. Ada kebenaran pada orang-orang lain. Kebenaran Absolut hanyalah milik Tuhan, Allah swt.

(ditulis oleh: Argawi Kandito (Pandrik) bin Pawenang).

Selasa, 03 Juni 2008

DIALOG DENGAN NABI ILYAS

Assalamu’alaikum yaa nabi Ilyas. Dapatkah engkau menceritakan pengalamanmu menerima wahyu yang pertama kali?

Wahyu pertama kali adalah pengangkatanku menjadi nabi. Wahyu itu wahyu kenabian. Umurku ketika itu tiga puluh lima tahun.

Seperti apa perintah kenabian?

Wahyu itu disampaikan langsung oleh Tuhan melalui mimpi. Aku diangkat ke langit dihadapkan kepada Tuhan. Di situ aku diperintahkan untuk mengajarkan tentang ketauhidan dan tata kehidupan dalam masyarakat.

Seperti apa Tuhan dalam mimpimu itu?

Aku tak sanggup membayangkan dan menceritakaan.

Kenapa anda dapat mencapai tahapan spiritual seperti itu, apa yang anda lakukan sebelumnya?

Aku tidak melakukan apa-apa. Ritual-ritual tertentu juga tidak aku lakukan. Selain itu, aku juga tidak mempunyai keturunan dari orang-orang suci seperti nabi, misalnya.

Apa yang engkau rasakan ketika menerima wahyu?

Aku merasakan ketenangan.

Yaa Nabi, anda hidup di dunia kapan? Apakah engkau pernah berjumpa dengan para nabi lain?

Aku hidup di daerah Yaman, kira-kira 400-500 sebelum masehi. Aku pernah bertemu dengan nabi Zakaria dan Ilyasa. Ilyasa itu guruku.

Apa yang engkau pelajari dari Ilyasa?

Dari Ilyasa aku mendapatkan ajaran tentang ketauhidan, akhlak, tentang diri dan kehidupan, serta tentang keluarga. Dari Zakaria aku tidak mendapatkan apa-apa. Ia lebih muda dariku.

Bisakah anda menceritakan pengalaman pertemuanmu dengan Ilyasa?

Ketika aku bertemu dengan Ilyasa, aku masih kecil. Dia mengatakan bahwa aku mempunyai aura yang bagus. Aura itu diyakininya sebagai aura kenabian. Kemudian dia menemui orang tuaku, meminta ijin untuk mendidikku.

Apakah wahyu kenabianmu diketahui oleh Ilyasa?

Tidak, Kami berpisah ketika aku berusia 22 tahun. Ketika itu Ilyasa melanjutkan perjalanan musafirnya.

Berapa kali anda mendapatkan wahyu? Apa inti ajaranmu?

Tidak sampai delapan kali. Aku tidak mengajarkan apapun. Aku juga tidak mendapatkan kitab ataupun suhuf. Masyarakat ketika itu sudah beragama dengan baik. Aku hanya meneruskan dan memelihara tatanan yang sudah jadi.

Apa wahyu terakhirmu yaa nabi?

Ketika hidupku sudah hendak berakhir. Aku dikabari bahwa tugasku sudah selesai. Umurku ketika itu 102 tahun.

Apa mu’jizat yang engkau miliki?

Aku tidak mempunyai mu’jizat seperti nabi lain. Hanya saja doaku senantiasa terkabulkan.

Yaa nabi, dapatkah anda menceriterakan tentang pengalaman yang membahagiakan, yang menyedihkan, serta tentang keluargamu?

Pengalamanku yang aling membahagiakanku ya saat kenabian itu. Yang menyedihkan aku rasa tidak ada. Aku tidak mempunyai anak maupun isteri. Aku hidup membujang selamanya. Ayahku meninggal dunia ketika aku masih kecil. Aku bertemu dengan Ilyasa ketika berumur 10 tahun.

Senin, 02 Juni 2008

DIALOG DENGAN NABI ZAKARIA

Assalamu’alaikum yaa nabi Zakaria. Aku ingin mendapatkan informasi tentang pengalamanmu mendapatkan wahyu yang pertama kali. Dapatkah engkau menceriterakan pengalamanmu padaku?

Aku mendapatkan wahyu yang pertama kali ketika usiaku tujuh belas tahun. Mula datangnya wahyu itu ditandai dengan datangnya cahaya seperti komet yang jatuh tepat di depanku. Komet itu ternyata dua malaikat Allah yang berkata kepadaku ”berbahagialah kamu, kamu telah diangkat dan dipercaya oleh Allah menjadi nabi”.

Yaa nabi, apa aktivitas sebelumnya yang engkau lakukan hingga mencapai maqam spiritual itas seperti itu, dan apa dampaknya dari pewahyuan itu?

Aktivitas yang seperti apa ya? Ee…mungkin ini jawaban yang anda tanyakan…sebelum wahyu itu datang, aku memang sedang berpuasa selama tiga hari. Puasanya biasa seperti orang Islam berpuasa. Sebelumnya aku berpuasa batin selama satu minggu. Memang aku sering melakukan puasa-puasa seperti itu sebelumnya. Setelah kenabian itu, aku mendapatkan mu’jizat dapat masuk ke dalam pohon, menembus tembok, masuk ke dalam tanah. Kemu’jizatan aku ini telah aku pelajari dari para guru-guru spiritualku jauh sebelum mendapat wahyu kenabian, tetapi selama itu pula aku tidak dapat melakukannya. Aku baru bisa melakukan semua itu setelah mendapat mu’jizat yang berbarengan dengan wahyu kenabian itu.

Guru spiritualitasmu siapa yaa nabi?

Banyak. Aku banyak berguru dari Abu Baizan. Ia adalah pamanku sendiri. Ia mengajarkan ilmu-ilmu kanuragan, baik beraliran hitam maupun putih.

Lho, nabi kok mempelajari ilmu hitam, bukankah ilmu hitam itu berkonotasi jelek?

Kedua-duanya aku pelajari, karena pada dasarnya semua ilmu itu baik. Hitam dan putihnya tergantung pada penerapan ilmu itu sendiri. Mempelajarinya menjadi penting agar dapat dengan pasti membedakan mana yang betul putih dan mana yang betul hitam. Tidak mencampurakannya hingga menjadi abu-abu. Aku juga belajar dari Abu Hasan, juga guru-guru lain. Perlu kamu ketahui, llmu hitam, seperti sihir, itu juga karunia Allah, asalnya ilmu itu juga dari Allah. Kenapa sihir dilarang dan dicap sebagai ilmu hitam, karena pada jaman dahulu sihir sering digunakan untuk hal-hal yang negatif, maka sering disebut sebagai ilmu setan, menjadi dicela, karena perbuatan negatif itu dilarang oleh agama.

Nabi, apakah engkau adalah keturunan nabi?

Kakek dari nabi Ilyasa dan buyutku adalah kakak beradik. Berarti aku dan Ilyasa masih saudara. Bapakku bernama Abu Hasan dan ibuku bernama Siti Zuraikhah. Istriku sendiri bernama Siti Aisyah yang biasa dipanggil dengan Isya. Artinya sebenarnya sama. Aku juga mempunyai kaitan saudara dengan Maryam ibu Isa. Ketika ia kecil, aku yang mengasuhnya. Aku punya satu anak laki-laki yang aku beri nama Yahya. Ketika Yahya lahir aku berusia 67 tahun dan isteriku berusia 27 tahun. Pemberian nama Yahya ini merupakan pemakaian pertama kata Yahya sebagai nama. Sebelumnya tidak ada yang berani menggunakan kata Yahya sebagai nama.

Dapatkah engkau lebih jelas menceritakan hubunganmu dengan siti Maryam ibu Isa?

Maryam itu masih hubungan saudara dengan aku, karena ia adalah anak Imran. Sedangkan Imran itu adalah sepupuku.

Apakah Imran itu termasuk nabi?

Imran itu bukan nabi tetapi ilmunya setara dengan ilmu para nabi. Ia mempunyai karomah-karomah, tetapi ia tidak mendapatkan wahyu kenabian. Ketahui ya...wahyu kenabian itu datang secara sendiri, tidak dapat diminta atau disongsong. Ia murni ramat Allah.

Nabi, berapa kali anda mendapatkan wahyu dalam hidupmu?

Banyak sekali. Aku sering mendapatkan wahyu, yang paling mengesankan adalah wahyu tentang kenabian. Nabi itu sebutan, maknanya adalah dia itu memimpin umat pada saat itu. Disamping bertugas menyampaikan ajaran-ajaran Allah.

Nabi, dapatkah anda menceriterakan tentang tanda-tanda kelahiran Yahya?

Sebelum Yahya lahir, aku telah lebih dulu mendapat wahyu dan dikabari bahwa kelak Yahya itu menjadi nabi. Ketika itu beritanya disampaikan langsung oleh Allah dalam meditasiku.

Yaa nabi, apa wahyu terakhirmu?

Aku mendapatka wahyu terakhir ketika di ujung masa hidupku. Setelah umurku 103 tahun aku meninggal. Itu beberapa hari setelah turunnya wahyu terakhir. Aku meninggal di Palestina, tetapi lahir di Yaman.

Ketika anda memelihara Maryam itu dimana? Apakah benar Maryam itu perawan suci? Apakah anda juga tahu kelahiran Isa?

Di Palestina. Ketika kelahiran Isa aku tahu, tetapi aku tidak menunggui kelahiran itu. Maryam ibu Isa itu dulunya memang gadis pingitan tetapi ia juga bergaul. Bahkan ia punyai kawan laki-laki yang dapat dikatakan sebagai kekasih, namanya Hasan al As’ari. Aku tahu betul Hasan al As’ari, karena ia adalah tetangga dekatku. Maryam mengenal Hasan al As’ari itu ketika ia berumur 17-18 tahun. Ia melahirkan Isa pada usia 22 tahun.

Maksud anda bagaimana?

Aku tidak yakin bahwa Isa tidak mempunyai ayah. Tetapi aku juga tidak yakin bahwa Maryam pernah berhubungan dengan lelaki. Karena aku tahu betul Maryam. Ia aku jaga dengan sebaik-baiknya. Hubungannya dengan Hasal al As’ari hanya merupakan hubungan yang berjarak. Isteriku juga menjagai dengan baik, dan Maryam sendiri orangnya sangat patuh. Dari hasil meditasiku, setelah Maryam melahirkan Isa, aku mendapat jawaban. Ada kekuatan Nur Allah yang masuk ke rahim Maryam. Nur itu tidak melalui tahapan berupa segumpal darah tetapi langsung menjadi manusia. Makanya, tiba-tiba perut maryam menjadi besar karena mengandung bayi.

Apa respon masyarakat ketika itu?

Masyarakat heboh dalam kebingungan. Selain itu ada juga berbagai gunjingan-gunjingan yang tidak hanya secara sembunyi-sembunyi, tetapi bahkan sudah terang-terangan. Akibat gunjingan itu Maryam tidak tahan, maka ia kemudian meninggalkan rumah, dan melahirkan dalam pengasingannya yang berjarak 20-30 kilometer dari rumah kami. Saat kejadian itu, Hasan al As’ari sudah lama meninggalkan daerah kami karena pindah ke kota lain. Maryam mengandung Isa hanya sebentar, tidak seperti bayi dalam kandungan pada umumnya. Ketika Isa dilahirkan, ia ditunggui oleh seribu malaikat. Beberapa di antaranya membawa wahyu kenabian. Isa dilahirkan di alam terbuka ada siang hari. Tepatnya pada hari Sabtu di bulan Syuro akhir.

Ketika itu Imran dimana?

Imran berkumpul dengan kami. Rumah kami besar dengan penghuni yang cukup banyak, beberapa keluarga yang masih ada ikatan saudara.

Senin, 26 Mei 2008

DIALOG DENGAN NABI IBRAHIM

Assalamu’alaikum Yaa Nabi Ibrahim. Nabi, aku ingin mendapat gambaran dengan jelas mengenai bagaimana nabi mendapat wahyu untuk yang pertama kalinya.

Aku medapatkan wahyu untuk yang pertama kalinya secara langsung berupa ilham. Itu aku dapatkan melalui mimpi bertemu dengan Tuhan. Ketika itu usiaku dua puluh lima tahun.

Apakah sebelumnya nabi melakukan tirakat, seperti puasa atau sejenisnya?

Tidak. Aku tidak pernah melakukan tirakat semacam itu sebelumnya. Tetapi aku selalu berfikir tentang siapa Tuhan sebenarnya. Ketika memikirkan itu sepertinya aku hampir gila.

Berapa lama nabi memikirkan itu, dan kenapa sampai mau gila?

Lama sekali aku memikirkan tentang hal itu. Kira-kira antara 10-15 tahun. Aku berfikir sangat keras tentang Tuhan sebenarnya. Bahkan yang sepertinya tidak mungkin pun aku pikirkan. Sangat banyak sekali yang aku pikirkan, dan tidak sesegera mendapatkan jawaban. Dalam mimpi itu (ketika wahyu pertama kali turun), baru aku menemukan Tuhan yang sebenarnya.

Dalam mimpi nabi itu, Tuhan seperti apa?

Ia berwujud dzat, sangat susah untuk dikatakan. Aku tidak sanggup untuk menggambarkannya. Aku nggak sanggup.

Nabi melihat dengan hati apa dengan mata kepala?

Aku melihatnya secara langsung.

Berapa besarnya?

Aku tak bisa memperkirakan. Aku sulit untuk menggambarkan. Yang jelas, ketika itu ada cahaya putih yang sangat menyilaukan.

Dimana tempat perjumpaan itu?

Ketika itu aku diangkat ke langit ketiga. Di sana pula aku diangkat dan dinyatakan sebagai nabi.

Kok nabi tahu, bahwa itu adalah Tuhan

Dzat itu sendiri yang mengatakannya bahwa ”akulah Tuhanmu”.

Apa dampak dari perjumpaan itu?

Setelah perjumpaan itu, aku merasa aku ini belum ada apa-apanya, sangat kecil, teramat sangat kecil. Oleh karena itu aku berusaha untuk senantiasa mengembangkannya agar lebih berarti, mengurangi kekurangan-kekurangan.

Perasaan kekurangan apa yang paling nabi rasakan?

Sangat banyak merasa adanya kekurangan-kekurangan.

Apa yang anda kembangkan secara konkrit?

Aku mengajarkan apa yang aku terima dari Tuhan kepada masyarakat

Katanya anda bertentangan dengan raja. Siapa raja itu?

Tidak bertentangan, hanya berselisih paham. Berselisih paham tentang Tuhan sebenarnya. Raja itu adalah Namrud I. Namrud beranggapan bahwa Tuhan itu menitis pada manusia-manusia. Terutama pada para raja. Termasuk dirinya.

Apa yang nabi katakan kepada Namrud I?

Aku mengatakan bahwa Tuhan itu satu. Tuhan tiada beranak dan beristri, dan tiada pula diperanakkan. Dia tidak ada yang menyamai. Dia maha kuasa atas apapun. Yah, Tuhan itu konsepnya tertuang dalam Kulhu itu (Surat al Ikhlas dalam Al Qur’an).

Ceriteranya anda hingga dibakar dan tidak terbakar. Kenapa bisa begitu?

Sebelum dilakukan proses pembakaran terhadapku, Tuhan telah menurunkan wahyu yang kedua padaku, berupa mukjizat kebal api. Datangnya wahyu itu ditandai dengan adanya cahaya yang masuk ke dalam tubuhku. Aku sadar betul ketika itu. Aku dibakar oleh pengikut Namrud selama kurang lebih tiga jam, alhamdulillah aku masih utuh tidak terbakar sedikitpun. Begitu pula pakaianku, masih utuh semuanya.

Setelah Namrud tahu bahwa nabi ternyata kebal api, apa yang dilakukan oleh Namrud kemudian?

Namrud tidak melakukan apa-apa lagi. Aku dibebaskan. Banyak anak buahnya yang mulai percaya denganku dan mengikuti ajaranku. Tetapi Namrud ketika itu masih belum mau mengikutiku. Dia membebaskanku meskipun pada dasarnya dia masih belum mengakui konsep Tuhan yang kusampaikan.

Kenapa nabi menyembelih Ismail?

Karena perintah Tuhan, dan itu merupakan mukjizat bagi Ismail sendiri.

Itu wahyu yang keberapa yang nabi terima?

Itu wahyu yang kesekian ratus..aku tidak ingat tepatnya berapa..yang jelas sudah banyak wahyu-wahyu yang aku terima sebelumnya.

Apa wahyu yang nabi terima terakhir kalinya?

Wahyu terakhir yang aku terima dari Allah yang terakhir adalah perintah untuk pembuatan Ka’bah dan pemasangan Hajar Aswad. Itu wahyu yang terakhir, karena setelah beberapa waktu dari itu aku meninggal, dan sebelumnya tidak pernah ada wahyu lagi. Datangnya wahyu yang terakhir ini, seperti layaknya wahyu-wahyu lain, Allah memerintahkan aku untuk membuat ka’bah yang tempatnya sudah ditentukan. Tempat yang dipilih itu adalah tempat yang tepat di bawah matahari. Tidak ada bayang-bayang yang ditemui ditempat itu.

Jadi, nabi membuat ka’bah itu pada siang hari?

Iya. Aktivitas pertama pembuatan Ka’bah dimulai siang hari.

Kenapa dimulai pada hari itu?

Karena perintah Allah.

Hajar Aswad, apakah itu betul batu yang berasal dari surga?

Aku tidak tahu. Aku tidak mengetahui betul tentang asal mula batu itu dari mana. Menurutku itu murni batu yang berasal langsung dari Allah. Batu itu datang sampai kepadaku dibawa oleh malaikat Allah yang jumlahnya sangat banyak, empat puluh ribu malaikat. Batu itu langsung diletakkan di dinding Ka’bah yang telah lebih dulu aku persiapkan untuk batu itu. Sebelumnya aku telah diperintahkan untuk membuat cadangan tempat dimana Hajar Aswad itu mau ditempatkan. Sebelumnya aku tidak pernah membayangkan Hajar Aswad itu seperti apa. Aku hanya menuruti perintah melalui wahyu yang aku terima. Hajar Aswad murni dari Allah.

Apa arti kata dari Hajar Aswad itu?

Hajar Aswad itu hanya sebuah nama. Karena dibawa oleh malaikat, maka banyak yang mengartikan batu dari langit. Ada juga yang mengartikan batu dari surga, karena malaikat diyakini tempatnya di surga.

Waktu membuat Ka’bah, anda melakukannya sendirian apa ada temannya?

Aku, Ismail, dan beberapa malaikat. Ka’bah itu rampung pembuatan dalam waktu tiga hari.

Selain 40.000 malaikat, berapa malaikat lagi yang membantumu membuat Ka’bah?

Ada delapan malaikat Allah.

Apakah nggak diganggu oleh jin atau setan ketika membuat Ka’bah?

Ketika Ka’bah itu dibuat, jin dan setan tidak akan mampu melihat aktivitas pembangunan Ka’bah itu. Tujuannya agar Ka’bah terjaga kesuciannya. Bahkan hingga sekarangpun, jin dan setan tidak mampu melihatnya. Ka’bah itu secara khusus diperuntukkan kepada manusia.