Kami sedang menunggu buku ketujuh kami tentang "Mbah Mutamakin"

Jumat, 18 September 2009

PENGUMUMAN TERBIT BUKU

TELAH TERBIT......


Judul Buku : MENGUAK TABIR KEMATIAN ; Pengalaman Spiritual Seorang Remaja
Penulis : Argawi Kandito
Tebal : xviii + 184 hlm
Ukuran : 12 X 18 cm
ISBN : 979-8452-60-7
ISBN 13 : 978-979-8452-60-7
Cetakan : I, September 2009
Penerbit : Pustaka Pesantren Yogyakarta
Harga : Rp. 27.500,-

TIDAK jauh berbeda dengan buku pertamanya, “Berjumpa 26 Nabi; Pengalaman Spiritual Seorang Remaja” (Pustaka Pesantren, 2008), sang remaja (usia 15 tahun) ini kembali mencurahkan sebuah pengalaman ‘yang tidak remaja’; sebuah pengalaman spiritual penginderaan lintas dimensi yang karib. Perjumpaannya dengan penghuni alam kematian yang berlapis-lapis, berdialog dengan mereka, berdialog dengan arwah gentayangan, berdialog dengan jin, berdialog dengan hampir semua malaikat kecuali Munkar-Nakir.

SEBAGAI sebuah pengalaman empiris yang sifatnya sangat pribadi dan kemudian dikisahkan ke khalayak, buku ini mungkin akan sedikit mengundang pro-kontra. Akan tetapi, setidaknya kita akan mendapat ‘penyegaran lain’ melalui sensasinya yang memang menyegarkan, agar tidak mudah memicingkan mata ketika menghadapi sesuatu yang ‘berbeda’ dari pemahaman keagamaan yang terlanjur mengerak di dunia batin kita.

LEBIH tepatnya, buku ini adalah sebuah ajakan untuk kembali melakukan perenungan terhadap hidup yang kadung kita jalani, sebuah ajakan untuk memaknai kesejatian hidup dengan mengingat mati.

Penerbit LKiS

16 komentar:

Budi mengatakan...

Buku yang luarbiasa, walau bisa menjadi kontroversi buat agama lain dan agama islam dengan aliran yang berbeda

Untuk Syeh Kandrik, gimana cara tanya di blog ini ya??/ sorry gaptek

Supawi Pawenang mengatakan...

Bung BUDI yang Budiman....anda bisa tuliskan di kolom komentar ini, seperti yang telah anda lakukan, atau anda bisa kirim e-mail ke: pandrik.kandito33@gmail.com
atau anda bisa ketemu Syeh Pandrik langsung..nanti diskusi.Trims

Argawi Kandito, mengatakan...

Betul begitu Mas Budi...anda tinggal tulis di komentar...atau ikutoi saran pak Supawi

Budi mengatakan...

Syeh Pandrik,
Setelah membaca buka sampean, saya merasa ada pencerahan. Dulunya nich...yang dominan sisi "Dajjal-nya", tapi setelah usia menginjak kepala 4,saya merasa sisi "Mahdi" mulai mengusik bathin saya, apalagi setelah mendapat ujian yang besar Dari Gusti Allah 7 tahun yang lalu, memacu saya untuk mencari guru yang dapat membimbing saya.Alhamdulillah di Banten ini saya bertemu.Ditambah tulisan sampean, membuat saya bersemangat untuk "lebih" lagi

Nanti Syeh pandrik disambung lagi.untuk Mas Pawi...anda adalah bapak yang sangat beruntung dikaruniai putra yang luar biasa.Semoga bisa berguna buat bangsa ini yang lagi tertatih-tatih.

Klo untuk yg lebih pribadi, apa boleh tulis disini juga ?/?

Budi mengatakan...

Syeh Pandrik,
Saya dari kecil sampai usia 35 islam-nya hanya islam ktp saja.Dari hal ini, saya jadi miris diusia saya sekarang 43 th, kalau bs dietung mungkin dosa-ku sudah terlalu banyak karna ngga pernah sholat.Bagaimana caranya untuk menebus kesalahan diatas sehingga saya bisa menghapus dosa selama tsb

Argawi Kandito, mengatakan...

Mas Budi...orang yang beruntung itu salah satunya adalah orang yang sadar akan kekurangannya, sadar akan dosanya, sadar akan kebodohannya. Jika kita tidak tahu bahwa kita itu tidak tahu...ini berbahaya....Kalau kita tidak sadar bahwa kita ini bodoh..wah...sombong itu...Semoga Mas Budi keimanannya senantiasa meningkat. amien yaa robbal 'alamin

Budi mengatakan...

Syeh Pandrik,

Yang saya tahu mereka yang mendalami tasawuf, selalu berusaha untuk sedikit terlibat atau bahkan manjauh dengan orang lain.Apakah hal ini tidak bertentangan dengan ajaran Alqur'an bahwa kita diwajibkan untuk selalu bersosialisasi dengan orang banyak

Argawi Kandito, mengatakan...

wah..pendapat seperti itu sih...mungkin kurang tepat...mungkin lebih tepatnya..orang tasawuf itu berupaya mengurangi interaksi dengan ketidakbenaran...nah..jika banyak orang yang tidak benar..ya konsekuensinya tentu seperti itu...mungkin begitu mas...

Alfjr Ks mengatakan...

Assalamu'alaikum wr, wbr.
saya pernah kirim email mas, mudah2an bisa sempat membaca dan menjawab. murni prtanyan ttg keadaan saat ini yg memmang carut-marut, mencari kebenaran jalan beragama juga jd sulit krn klaim kebenaran dan saling berselisih. Mengandaklan akal dan logika saja juga sudah sulit, jgn sampai malah terjerumus ke pemahaman keliru yang desktrukktif.
Jadi..mohon bantuannya ya...bisa menanyakan banyak pertanyaan tentang hal sperti ini tidak ya?
Salam kenal utk Syaikh Pandrik dan Bpk Supawi Pawenang. Semoga Alloh senantiasa merohmati kalian. Amin.

Argawi Kandito, mengatakan...

Mas Abdul Aziz..benar..pemahaman beragama sekarang banyak ragamnya..namun bukan berarti lantas kita mengikuti semua ajaran itu kan..? kita perlu memilih yang paling kita yakini. Pilihan kita baiknya setelah kita pelajari, pahami dengan benar, menggunakan instrumen yang diberikan Tuhan, yaitu Akal dan hati, ayat suci, ajaran para bijak, para ulama, realitas kehidupan, dan sebagainya...Nabi Muhammad berpesan agar jika ada kegalauan bertanyalah pada hati nurani yang terdalam....

Unknown mengatakan...

Bukunya sdh saya baca. Menarik sbagai pencerahan tentang presepsi kehidupan pasca kematian. Sementara ini dari litratur/buku yg sudah saya baca hanya dr mazhab Syiah lah presepsi ttg kehidupan pasca kematian relatif lbh jelas ketimbang dr mazhab Sunni. Kalopun hal bkaitan dg ruh selalu ada interpretatif, multi presepsi bahkan bisa mjadi ajang saling menyesatkan. lebih baik memiliki presepsi dr pada tidak memiliki presepsi sama sekali tentang kehidupan pasca kematian. NB. Ada istilah sijjin dan illiyin dlm Al Quran tdk terkupas dlm monnege Syeh Pandrik. Wallohu alam bishawab

Yudi Prastiawan mengatakan...

Hmm saya juga punya teman mb Nina namanya...40 tahunan yang hampir sama dengan Mas Toto walaupun perjumpaan dengan para nabi tidak sebanyak itu ....jadi senang ada yang melengkapi dan bertutur tentang dunia yang saya sendiri tidak bisa menikmatinya secara langsung....
Kami sering berkumpul di milis Persaudaraan Universal...besok insyaAlloh ada kumpul-2 di Jogja...jika tidak ada halangan saya akan usul buat silaturahmi ke Mas Toto

Argawi Kandito, mengatakan...

pro Ido dan Yudi...terima kasih atensinya...Tyhan maha kuasa...dengan kekuasaannya mampu melakukan apa saja dan membuat apa saja...Betul..saya belum memuat tentang sijjin dan illiyin...mungkin kesempatan tersendiri nanti akan saya tuliskan. Terima kasih.
Mas Yudi..silakan, kami terbuka.

RAUF mengatakan...

Mantep mas . . Mtr nwn

Unknown mengatakan...

dear, dito
aq dah baca buku menguak tabir kematian - sangat baru buat aq, - menarik, tapi ada beberapa yg masih bikin penasaran -ttg malaikat lk,pr dan tak berkelamin, -ttg malaikat pembagi rezeki nomplok, ttg ndak bolehnya kamu ketemu munkar-nakir, ttg takutnya kamu pada izroil, ttg malam seribu bulan -lailatul qodar, apa prosesnya dan tanda2nya mesti seperti itu atau setiap individu punya versi sendiri2, ttg reinkarnasi,dan menitis (di sekitarmu adakah yg sudah berenkarnasi dan menitis?) ttg alam 1 dan 2 (serem aq bacanya)-orang dgn qualifikasi apa yg bisa masuk kesitu-kalo beragama tp KTP, masuk ndak ke situ?pembunuh, pemerkosa, saksi palsu, masuk kesitu jg kah?anak durhaka, masuk di alam mana? ttg bayi2 yg lahir lalu mati, (aborsi), ttg rejeki, jodoh dan maut ( katanya semuanya terutama jodoh, ada batas waktunya? bener ndak?) ttg, kerajaan Allah - kalo mimpi itu kerajaan Allah bener ndak ya atau hanya bunga tidur? atau tipu2nya syaitan, (dulu sekali pernah mimpi. kata hati bilang itu kursi Allah tp kok backgroundnya HITAM semua?)ttg alam kematian - kalo mimpi ketemu orang yg sudah mati biasanya habis bangun aq baca alfatihah, bener ndak sih kalo kita ketemu orang byg sdh mati dlm mimmpi keadaannya BAGUS berarti ya di alam sana bagus begitu sebaliknya,
Aq jadi merasa belum "sangu" apa-apa, xe, xe. Menurut kamu "SANGU" yang paling utama diantara yg utama, apa ya?please, respond-nya

the_most_braveheart mengatakan...

bagaimana caranya mo beli buku2 Anda pak? seperti dialog dgn 26 nabi dan menyingkap tabir kematian ini? apakah bisa dikirim? soalnya saya jauh di Pekanbaru..

SAlam kenal;